Pelayanan e-KTP Dihentikan, Dindukcapil Rembang Terbitkan Surat Edaran

HM Daenuri, Kepala Dindukcapil Rembang. Gara-gara kehabisan stok blanko e-KTP, Kantor Dindukcapil setempat terpaksa menghentikan sementara pelayanan e-KTP. (MURIANEWS / AHMADFERI)

REMBANG – Habisnya stok blanko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berdampak terhadap pelayanan masyarakat yang hendak mengurus e-KTP. 

 

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang terpaksa menghentikan sementara seluruh proses pengurusan maupun pencetakan e-KTP. Kondisi ini pun mulai disikapi instansi setempat dengan mengirimkan surat edaran kepada masyarakat, pemerintah desa maupun perbankan.

”Pelayanan cetak e-KTP terpaksa kami hentikan sementara mulai Senin (1/6/2015) sembari menunggu kiriman blanko dari Kementrian Dalam negeri (Kemendagri). Kami akan menyurati semua kantor dan instansi atau perbankan, agar memaklumi kondisi tersebut. Surat edaran akan kami terbitkan per Senin (1/6/2015),” ujar HM Daenuri, Kepala Dindukcapil Rembang, Sabtu (30/5/2015).

Daenuri menyebutkan instansinya telah mengajukan sebanyak 50.000 keping blanko e-KTP kepada Kemendagri. Selain untuk mencukupi kekurangan cetak e-KTP bagi para pemegang KTP reguler, puluhan ribu blanko tersebut dia perlukan sebagai persediaan bagi masyarakat yang hendak melakukan perubahan dokumen dan pemohon baru. Sebab sampai saat ini masih ada sekitar 25 ribu warga yang belum mengantongi e-KTP. 

”Namun umumnya mereka telah  memiliki KTP yang reguler. Jika nanti ada pemohon e-KTP yang membutuhkan segera, kami akan membuatkan surat keterangan yang disertai salinan gambar e-KTP sesuai dengan data yang direkam. Hari ini (30/5/2015), kami memang kehabisan blanko e-KTP,” kata Daenuri. (AHMAD FERI / SUPRIYADI)