Lespem : Jangan Tebang Pilih Soal Penahanan Tersangka Korupsi

Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem Rembang. Dia meminta kepada aparat penegak hukum agar tidak tebang dalam hal penahanan tersangka kasus dugaan korupsi. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang berharap kepada aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih soal penahanan tersangka kasus dugaan korupsi.

Permintaan tersebut Lespem tujukan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah yang tidak kunjung menahan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang, Raharjo. Sebab tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan pemeliharaan jalan di ruas Sulang-Sumber-Kaliori tahun 2014 tersebut sampai saat ini belum ditahan.

”Apalagi dua pejabat lainnya di DPU, Sinarman dan Chaeron yang juga menjadi tersangka kasus dugaan korupsi telah ditahan Kejati. Sementara Raharjo yang sudah dipanggil dan diperiksa pada 5 Mei lalu, semestinya juga turut ditahan, agar tidak berusaha memindah bahkan merekayasa barang bukti. Maka patut dipertanyakan, ada apa dan siapa Raharjo, sehingga tidak ditahan,” ujar Bambang Wahyu Widodo, Koordinator Lespem, Sabtu (30/5/2015). 

Bambang berharap tidak sampai muncul diskriminasi atau tebang pilih penegakan hukum terhadap Raharjo. Dia menegaskan, tidak kunjung ditahannya Raharjo, berpotensi mempersulit penyidik untuk mengungkap dan penuntasan perkara yang menjeratnya. Sebab menurut Bambang, yang bersangkutan masih bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pihak luar. Bahkan dia menganggap, tak ditahannya Raharjo bisa diartikan memelihara kejahatan. 

”Apalagi sejauh ini, Kepala DPU Rembang (Mujoko) juga masih belum tersentuh. Rasanya kurang masuk akal, jika kuasa pengguna anggaran tidak tahu pengerjaan proyek yang menyimpang tersebut. Karena sering mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, kami berencana mendatangi secara langsung Kepala Kejaksaan Negeri Rembang I Wayan Eka Putra agar segera berkomunikasi dengan Kejati Jawa Tengah, tentang proses hukum terhadap Raharjo,” kata Bambang. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)