Ajak Petani Beralih Ke Pengairan Tenaga Listrik

Diesel berbahan bakar solar yang masih digunakan petani di Desa Gondoharum, Jekulo untuk mengairi sawah sudah tidak efektif, karena harga BBM yang mahal. Sehingga Ruslan, Kades Gondoharum meminta para petani segera beralih menggunakan sistem pengairan tenaga listrik. (MURIANEWS / EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Saat ini Pemdes Gondoharum, Kecamatan Jekulo, berusaha mengajak para petani supaya beralih ke sistem pengairan energi listrik, dalam mengairi sawahnya.

Ajakan itu diperuntukkan bagi petani yang saat ini, sawahnya masih dialiri air dengan sistem pengairan menggunakan mesin diesel.

Dengan ajakan itu, ke depannya pihak petani bisa memangkas biaya perawatan tanaman. ”Meskipun bulan April yang lalu sudah kami umumkan, namun sampai saat ini banyak petani yang belum tahu,” kata Ruslan, Kepala Desa Gondoharum.

Menurutnya, jika petani tersebut beralih tenaga listrik maka biayanya lebih murah. Sebab selama ini tenaga diesel tersebut, hanya dimonopoli oleh orang yang punya diesel. Jika petani membutuhkan, mereka harus menyewa dan masih membeli bahan bakarnya.

”Apalagi, disaat kenaikan harga BBM sangat berpengaruh pada jasa pembayaran pengairan tersebut. Jika semua petani beralih ke listrik yang digerakan oleh dinamo, maka alat tersebut bisa dijadikan sebagai BUMDes,” paparnya.

Dia menambahkan, aliran listrik itu memang masih menggunakan mesin diesel, namun tenaganya bukan lagi memakai solar. Namun dengan mesin dinamo yang dialiri listrik PLN. Sehingga petani tidak perlu membeli bahan bakar yang harganya terus naik. (EDY SUTRIYONO / TITIS W)