Warga Sumberjo Pertanyakan Kompensasi Pasar Rembang

Aktivitas sejumlah pedagang di kawasan Pasar Rembang. Sejumlah warga Desa Sumberjo Kecamatan Rembang kini mulai mempertanyakan kompensasi dari Pemkab atas operasional Pasar Rembang yang berada di wilayah setempat. (MURIANEWS/AHMAD FERI)

REMBANG – Sejumlah warga Desa Sumberjo Kecamatan Rembang mulai mempertanyakan kompensasi dari Pemkab atas operasional Pasar Rembang yang berada di wilayah setempat. Pasalnya, selama ini kontribusi dari pasar kepada masyarakat dan pemerintah desa setempat dianggap masih cukup minim. Padahal, selama ini penduduk setempat yang paling banyak tercemari limbah dan bau sampah pasar.

”Kami berharap agar pengelolaan parkir diserahkan kepada pihak Desa Sumberjo. Selama ini memang ada sebagian warga yang bisa bekerja sebagai kuli panggul di pasar. Namun kami ingin kompensasi yang lebih konkret, yakni mengelola parkir. Jika parkir dikelola warga melalui desa, saya yakin akan lebih tertata dan lalu lintas tidak terus terganggu,” ujar Dul Kamid (73), salah satu warga setempat, Senin (18/5/2015).

Kepala Desa Sumberjo Yopi Arivfianto menyatakan telah menyampaikan keinginan warga kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) terkait pengelolaan parkir.  Bahkan dia mengaku telah menemui pihak DPRD Rembang agar turut membantu. Menurutnya pihak legislator masih sebatas berjanji untuk membahasnya, tetapi belum kunjung terwujud sampai sekarang. 

”Desa memang dirugikan, jika tidak ada kompensasi yang sebanding, terutama menyangkut limbah dan baunya yang menyengat di musim kemarau. Ketika keinginan warga belum terwujud, kami berharap agar wacana penataan pasar, bisa segera direalisasikan. Sebab Pasar Rembang memang perlu diperbaiki dari sisi pengelolaan pedagang, parkir, dan arus lalu lintas,” kata Yopi Arivfianto. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)