Nelayan Desak Pemerintah Menunda Peraturan Menteri Susi Selama 3 Tahun

Ketua Asosiasi Nelayan Rembang

REMBANG – Para nelayan yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Rembang “Dampo Awang Bangkit” Kabupaten Rembang mendesak pemerintah agar Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudjiastuti ditunda selama 3 tahun. Pasalnya sejumlah nelayan cantrang di Kota Garam membutuhkan waktu untuk beralih ke alat tangkap lain yang lebih ramah lingkungan.

“Kami tidak meminta untuk mencabut peraturan itu, kami hanya minta ditunda selama tiga tahun. Permintaan kelonggaran waktu ini telah disampaikan kepada pak presiden, namun beliau belum menyetujui, namun presiden berjanji akan menindaklanjutinya,” ujar Ketua Asosiasi Nelayan Rembang “Dampo Awang Bangkit” Kabupaten Rembang, Suyoto, Sabtu (9/5/2015).

Suyoto berjanji turut memperjuangkan nelayan cantrang yang notabene sekarang dilarang. Menurutnya massa transisi yang diberikan hingga September 2015 masih kurang untuk mempersiapkan diri beralih alat tangkap.

“Jika sampai September 2015 nanti belum ada keputusan dan tetap memberlakukan Permen tersebut, saya yakin, nelayan cantrang akan mati-matian untuk menolak. Karena persiapan-persiapan untuk beralih ke alat tangkap lain belum ada,” kata Suyoto.

Seperti diketahui Permen KP Nomor 1 dan 2 Tahun 2015 melarang penggunaan alat tangkap jenis pukat harimau. Karena itu kapal Cantrang menjadi bidikan aturan tersebut karena pemakaian alat tangkap tersebut. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)