Sidang Kasus Desa Mojolawaran Dijaga Ketat

Aparat keamanan melakukan penjagaan ketat pada sidang kasus perusakan warung dan tanah Desa Molawaran, Gabus, Pati, di Pengadilan Negeri Pati, Rabu (6/5/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Perrsidangan kasus sengketa lahan Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Pati, di Pengadilan Negeri (PN) Pati dikawal puluhan personel keamanan dari kepolisian dan TNI, Rabu (6/5/2015). Mereka berjaga-jaga di pintu masuk ruang persidangan, saat hakim melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dari pihak Ishak Supeno.

 Sementara itu, puluhan warga berhasil masuk di ruang persidangan, sedangkan puluhan lainnya berada di luar ruang sidang. Warga menilai, keterangan dari saksi tidak benar.

“Warga membongkar warung milik Supeno seluas 3×4 meter yang isinya tidak seberapa. Tapi, pihak Supeno melaporkan kerugian mencapai Rp 200 juta. Ini tidak masuk akal,” tutur Koordinator Aksi, Yudi Sanaji kepada murianews.com.

Karena itu, pihaknya bersama dengan warga akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Mereka menilai, kades mereka menjadi korban kriminalisasi.

Pemanggilan saksi-saksi dari pihak Ishak Supeno, terkait kasus dugaan perusakan warung dan tanah Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Pati, di Pengadilan Negeri (PN) Pati Rabu (26/5/2015) berlangsung ricuh.

Ratusan warga Desa Mojolawaran, yang menghadiri persidangan menggelar unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Pati, sebelum hakim memanggil para saksi. Warga menuntut, Kades Mojolawaran Moh Sahri, dibebaskan dari tuntutan. (LISMANTO/ALI MUNTOHA)