Penjual Sabu yang Tertangkap di Kudus, Diduga Komplotan Besar

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Penjual sabu asal Semarang, Ade Kusuma (27) yang ditangkap aparat Polres Kudus pekan ini, diduga memiliki komplotan besar penjual sabu di Jawa Tengah. Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi menyatakan hal itu, atas dasar pendalaman kasus tersebut.

Dari pengakuan Ade, dia baru menjual sabu ke Kudus Mei ini. Namun apes, baru menjual sekitar dua pekan, terpaksa aksi penjualan sabu berakhir karena ditangkap pihak kepolisian di Kudus. Karena perbuatannya itu, dia diancam dengan hukuman minimal 20 tahun penjara.

Ade bukanlah asli warga Semarang, melainkan Surabaya. Namun, dia mengaku di Surabaya tidak menjual sabu, namun hanya bekerja sebagai buruh. ”Baru berjualan dua pekan lalu. Dan barang saya dapat dari Semarang,” katanya kepada Murianews.com, Rabu (6/5/2015). 

Kepolisian Resor Kudus menyita 11 gram sabu-sabu dari penangkapan pelaku pesta narkoba jenis tersebut, 3 Mei lalu, dan dari penjual asal Semarang. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar yang pernah ditangani. 

“10 gram merupakan penangkapan yang terbesar selama ini. Jumlah tersebut, termasuk jumlah yang besar,” kata Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi kepada Murianews.com, Rabu (6/5/2015), saat gelar perkara di Mapolres Kudus.

Barang haram tersebut disita dari Sutekno (44), warga Desa Getas Pejaten RT 10 RW 2 Dan M Junaidi (42) warga Glantengan, Kecamatan Kota. Mereka ditangkap saat melakukan pesta sabu-sabu. Informasi itu didapat polisi dari masyarakat. Selain itu, barang bukti tersebut juga disita dari Ade Kurniawan (27) warga Semarang. Ade berhasil diringkus setelah polisi mendapat keterangan dari dua tersangka sebelumnya.

Menurutnya, penangkapan dilakukan dua kali. Penangkapan pertama dilakukan terhadap Sutekno dan M Junaidi. Dari tangan mereka, polisi menyita sabu-sabu seberat 1 gram dengan senilai Rp 1,5 juta.

Sehari kemudian, pada 4 Mei, petugas memancing Ade untuk mengirimkan sabu-sabu. Dan tidak lama kemudian, pelaku datang membawa sabu seberat 10 gram. (FAISOL HADI/SUWOKO)