Pemeriksaan Saksi Kasus Desa Mojolawaran Ricuh

Warga Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Pati, menggelar aksi unjukrasa di depan gedung PN Pati, Rabu (6/5/2015). Mereka menuntut kadesnya dibebaskan. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Pemanggilan saksi-saksi dari pihak Ishak Supeno, terkait kasus dugaan perusakan warung dan tanah Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Pati, di Pengadilan Negeri (PN) Pati Rabu (26/5/2015) berlangsung ricuh.

 

Ratusan warga Desa Mojolawaran, yang menghadiri persidangan menggelar unjuk rasa di halaman Pengadilan Negeri (PN) Pati, sebelum hakim memanggil para saksi. Warga menuntut, Kades Mojolawaran Moh Sahri, dibebaskan dari tuntutan.

Warga menilai kades tidak bersalah dan mewakili aspirasi warga terkait dengan sengketa tanah bengkok yang disertifikatkan atas nama Ishak Supeno. “Kami menuntut dua hal, yaitu pembebasan kades kami dan tanah desa yang saat ini diklaim milik Supeno dikembalikan sebagai aset desa. Itu milik desa, bukan milik pribadi,” ujar Nur Khosim, Kasi Pemerintahan Desa Mojolawaran kepada murianews.com.

Hingga saat ini, warga Mojolawaran masih menggelar aksi demo di depan gedung PN Pati. Mereka membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan untuk pembebasan kades mereka. Warga juga bergantian berorasi menggunakan megaphone, untuk menyuarakan tuntutannya. (LISMANTO / ALI MUNTOHA)