Pemdes Getas Pejaten: Kami Tak Tahu Ada Warga Ditangkap Karena Sabu

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Pemerintah Desa Getas Pejaten, Kecamatan jati, tak tahu ada warganya yang ditangkap anggota Polres Kudus karena melakukan pesta sabu, awal pekan iini. Warga desa setempat yang yang ditangkap tersebut, yakni Sutekno, warga  RT 10 RW 2.

 

“Kami tidak mengetahui itu (penangkapan). Sebab jumlah perangkat desa di sini hanya 9 orang ditambah kepala desa dan sekdes. Sehingga tidak bisa memantau warga satu per satu. Apalagi jumlah penduduk di desa ini hampir 12 ribu jiwa,” kata Nurul Huda, Kasi Pemerintahan Desa Getas Pejaten kepada Murianews.com, Rabu (6/5/2015).

Menurutnya, pihak desa selama ini juga sudah maksimal melakukan pantauan. Seperti halnya mendata tempat kos dan pendatang baru. Selain itu, pemerintah desa sering melaksanakan koordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.

Kepolisian Resor Kudus meringkus pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Pelaku berhasil di tangkap berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Informasi menyebutkan, di lingkungan mereka sedang ada pesta sabu-sabu.

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, informasi yang diterima petugas, kemudian ditindaklanjuti melalui penelusuran. Hasilnya, petugas menemukan pesta sabu-sabu di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Petugas kemudian meringkus dua orang yang tengah melakukan pesta haram tersebut.

“Dua orang yang kami ringkus yakni Sutekno (44), warga Desa Getas Pejaten RT 10 RW 2 Dan M Junaidi (42) warga Glantengan, Kecamatan Kota. Keduanya diringkus pada 3 Mei lalu,” kata Wakapolres Kudus kepada Murianews.com, saat menunjukkan tersangka di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015).

Setelah melakukan pengembangan, sehari setelah penangkapan, penjual sabu-sabu yang mereka konsumsi, yakni Ade Kurniawan (27) warga Semarang, ditangkap.

Dengan adanya kejadian itu, kata Nurul Huda, ke depannya pihak desa akan membenahi dan meningkatkan sistem pemantauan terhadap warganya. (EDY SUTRIYONO/SUWOKO)