Banjir di Tegowanu Sulit Teratasi

Petugas BPBD Grobogan saat turun melakukan pantauan banjir. (KOMA / KHOLISTIONO)

GROBOGAN – Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono, menyatakan, banjir di Tegowanu hingga kini masih sulit teratasi. Hal ini terjadi, karena petugas kesulitan untuk memperbaiki tanggul Kali Cabean yang jebol di Desa Tajemsari. Sebab, debit air tidak kunjung surut, sehingga proses penutupan tanggul terhambat.

”Kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi tanggul jebol ini, termasuk mengerahkan alat berat. Namun, sampai saat ini hasilnya belum bisa maksimal,” ungkapnya.

Menurut Agus, kendala yang dihadapi di lapangan, di antaranya, sulitnya mendapatkan tanah di sekitar lokasi, untuk menutup tanggul. Sebab, hamparan sawah, semuanya tergenang air setinggi hampir satu meter. ”Untuk mengisi karung buat menutup tanggul, terpaksa diambilkan dari lokasi yang cukup jauh,” imbuhnya.

Selain itu, lebar dan dalamnya tanggul jebol di beberapa titik, juga menjadi kendala tersendiri. Satu hal lagi, masih derasnya air yang keluar dari tanggul jebol, juga menyebabkan petugas kesulitan untuk melakukan perbaikan.

Dari informasi yang didapatkan murianews.com, selain di Karangpasar, sampai sekarang masih ada ratusan warga di Desa Tajemsari yang mengungsi, karena rumahnya kemasukan air hingga 70 cm. Selain di balaidesa dan tenda pengungsian yang disediakan BPBD, sebagian warga mengungsi ke rumah saudaranya. Beberapa warga, sempat dievakuasi paksa oleh petugas, karena tidak mau meninggalkan rumahnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)