Balai Desa Terendam, Pengungsi Dievakuasi ke Musola

Sejumlah rumah warga di Dusun Kalisari terendam banjir. Saat ini, warga sebagian besar mengungsi. (KOMA / KHOLISTIONO)

GROBOGAN – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tegowanu bertambah tinggi, khususnya di Desa Karangpasar. Bahkan, Kamis (30/4) pagi, ratusan pengungsi yang berada di balai desa terpaksa harus  dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Hal ini, karena balai desa sudah terendam hingga 50 cm.

 

”Ya, mulai pagi tadi, air masuk ke balai desa setinggi 50 cm. Para pengungsinya sudah dicarikan tempat yang aman,” ungkap Kades Karangpasar Sarwati.

 

Menurutnya, untuk sementara ada dua lokasi yang dipakai memindahkan pengungsi, yang sudah lima hari berlindung di balai desa. Yakni, di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan musola, yang berada di selatan balai desa. Dua lokasi itu,  posisinya berada agak tinggi ,sehingga cukup aman dari jangkauan banjir.

 

Ia katakan, jumlah korban banjir di wilayahnya, menimpa 140 KK dengan jumlah jiwa sebanyak hampir 700 orang. Sebagian besar korban banjir, mengungsi di balai desa dan sisanya berada di rumah famili yang tidak terkena banjir. Hampir semua korban banjir, berada di Dusun Kalisari.

 

”Banjir kali ini, merupakan bencana paling parah dibanding sebelumnya dan kemungkinan bencana ini bisa sampai dua minggu lamanya. Karena, kiriman air dari atas masih terus mengalir ke sungai, sehingga air disini tidak bisa dibuang keluar,” katanya. (DANI AGUS / KHOLISTIONO)