Persipur Berburu Tambahan Pemain

GROBOGAN – Persipur Purwodadi terus bergerilya menambah kekurangan tiga pemain untuk berlaga di Liga Nusantara. Mereka akan menempati pos sebagai striker, sayap kanan, dan playmaker. 

”Dari kabar yang saya dengar kick off dimulai 26 April mendatang. Sambil menunggu waktu yang tersisa kekurangan pemain, kami akan mencari pemain yang sudah jadi (berpengalaman,red),” kata manajer Persipur Nurwibowo, kemarin.

Perburuan pemain akan melihat dengan memaksimalkan pemain ada serta mencari pemain selama uji coba. Rencananya Persipur akan kembali lakukan uji coba dengan Persijap di stadion Bumi Kartini Jepara pada pecan ini. Namun, karena adanya insiden uji coba di stadion Krida Bhakti, Minggu (29/3) lalu dengan kemenangan Pesipur 1-0 menjadikan pertandingan urung dilakukan.

”Sebagai gantinya, kami akan menggelar uji coba di daerah timur. Kami baru membicarakanya dengan Madiun dan Ngawi. Jika deal, pekan depan kami akan melawat kesana,” terang Wakil DPRD Grobogan ini.

Selain dengan Ngawi dan Madiun, rencana uji coba juga dilakukan dengan PSS Sleman. Sebab, PSS Sleman sedang melakukan pertandingan di luar kandang. Meski demikian, kabar tersebut masih menunggu kejelasan dari tim PSS Sleman.

Sementara itu, batas akhir pendaftaran tambahan pemain yang berlaga di Divisi Utama ditetapkan hingga 30 April mendatang. Hal itu sesuai dengan hasil club meeting dengan Badan Liga Indonesia Minggu (29/3).

”Batas akhir pendaftaran masih tersisa sebulan lagi. Jadi masih ada waktu buat cari tambahan pemain yang dibutuhkan,” ungkap sekretaris Persipur Budi Susilo.

Dari pertemuan itu, terang Budi, jumlah pemain setiap tim maksimal 28 orang. Saat ini, Persipur sudah mendaftarkan 21 orang pemain.

Budi menjelaskan, dalam pertemuan kemarin agenda utamanya adalah verifikasi klub. Mulai dari masalah akta pendirian, pembiayaan, pemain, pengurus, ofisial tim dan sarana prasarana pendukung. Dari pertemuan itu, ada sekitar 16 klub yang masih bermasalah dan diberi kesempatan untuk memperbaiki berkas. 

Selain itu, ada pula enam klub yang belum memiliki stadion sendiri untuk menggelar pertandingan. Kemudian, rencananya akan ada klub dari luar Jawa yang akan pindah home base di Jawa Tengah.  (Rubadi / Dani Agus / Supriyadi)