Operasi Kafe Oleh Aparat Satpol PP Grobogan Tak Membuahkan Hasil

GROBOGAN – Aparat Satpol PP Grobogan siang kemarin menggelar operasi kesejumlah bangunan liar di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, yang ditengarai dipakai sebagai kafe dan praktik prostitusi. Sayangnya, kegiatan ini tidak membawa hasil yang memuaskan karena hampir semua tempat itu dalam kondisi tutup. Kuat dugaan operasi yang digelar siang bolong itu sudah bocor.

Bangunan yang dijadikan kafe liar itu berdiri di atas lahan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juwana Provinsi Jateng. Di tempat itu, ada sekitar 10 bangunan yang didirikan diatas sungai. Selain dipakai kafe, bangunan itu ada yang dipakai rumah tinggal, bengkel dan warung makan.

Beberapa pemilik bangunan mengaku tahu kalau tanah yang ditempati itu milik pemerintah. Namun, demi mencari nafkah mereka nekat membuat bangunan semi permanen ditempat tersebut beberapa bulan lalu. Mereka mengaku menyetorkan uang dalam jumlah tertentu setiap bulan pada oknum yang datang sebulan sekali.

”Pendirian bangunan itu tentunya tidak dapat dibenarkan dan harus segera dibongkar. Karena sudah jelas melanggar perda dan RTRW,” katanya Kepala Kantor Satpol PP Grobogan Pontjo Wiranto yang memimpin langsung operasi penertiban tersebut.

Terkait kondisi itu, Pontjo akan segera berkordinasi dengan pihak BBWS selaku pemilik lahan. Selain itu, dia juga akan melaporkan masalah tersebut pada bupati untuk mendapat arahan lebih lanjut. 

Sementara itu, Kepala Desa Tinanding Rini Rahayu berharap agar bangunan itu dibongkar. Rini mengatakan sudah melaporkan berdirinya bangunan diatas sungai itu pada pihak BBWS. ”Kami sudah membuat laporan masalah ini ke BBWS 10 hari lalu. Saya berharap, hal ini segera ditangani oleh pihak yang berwenang,” katanya.  (Dani Agus / Suwoko)