MI NU Miftahul Ulum Karangampel : Tak Melulu Ilmu Dunia Saja

MI NU miftahul Ulum memiliki misi ganda pada setiap metode pendidikan yang diterapkan bagi murid-muridnya. Madrasah yang beralamat di Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ini selalu menekankan pada siswanya untuk bisa paham mata pelajaran agama. Sehingga mereka tidak selalu terfokus untuk prestasi akademiknya saja.

Kepala MI Suhartoyo mengatakan, penekanan terhadap mata pelajaran agama itu memang muaranya pada karakter pribadi anak-anak atau terhadap akhlaq. Sehingga mereka bisa mempunyai akhlaq yang mulia dari pembelajaran materi agama tersebut.

”Sebelum saya menjadi kepala sekolah ini, memang selalu dinasihati seorang kiai. Bahwa pendidikan sekolah itu, bukan serta merta untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dunia saja,” paparnya.

Madrasah yang berdiri pada tahun 1952 tersebut selalu memberikan pendidikan moral bagi siswanya. Sehingga siswa tersebut nantinya bisa mempunyai budi pekerti yang luhur serta bisa berbakti pada semuanya.

”Menurut saya, untuk pendidikan di sekolah formal semacam ini memang yang terpenting adalah mental atau kepribadian siswa ditata terlebih dahulu. Setelah itu, baru untuk pendidikan akademiknya yang dibangun,” tuturnya.

Dengan penekanan akhlaq, maka siswa bisa meraih presatasi secara mudah. Apalagi, selama ini yang bisa meraih prestasi baik di sekolah ini, didominasi siswa dengan perilaku terpuji. 

Sehingga madrasah yang bersiswakan sebanyak 238 anak serta terdiri dari 9 rombongan belajar dan 13 guru ini selalu melakukan penekanan pada pembangunan karakter yang baik. Sebab, dengan karakter itulah dunia pendidikan bisa maju.

”Jika mengedepankan akademiknya saja, maka siswa tersebut bisa tidak mempunyai akhlaq mulia. Contohnya saja yang punya gelar doktor dan profesor banyak yang terlibat kasus korupsi. Itu artinya, bisa saja mereka tidak dibekali dengan akhlaq yang baik,” tuturnya. 

Selain itu, madrasah yang berada di sebelah barat balai Desa Karangampel akan selalu mengawal perkembangan akhlaq siswanya. Sebab pendidikan itu merupakan arahan dari seorang tokoh ulama serta kiai yang disampaikan langsung kepada kepala sekolah tersebut. (Edy Sutriyono / Sundoyo Hardi)