Kudus Mulai Siapkan Strategi untuk Menghadapi Popda Jateng

Para peserta Popda SD Kabupaten Kudus bersaing ketat pekan lalu. Mereka kini mendapatkan pematangan strategi setelah Kudus lolos ke Popda Jateng. (KORAN MURIA)

KUDUS – Menghadapi pertandingan Popda Jateng yang berlangsung April ini, Kudus mulai memeprsiapkan strategi. Di antaranya merancang mempersiapkan beberapa sekema serangan untuk mencuri poin.

Pelatih Putra SD Didik Maryadi mengatakan, technical meeting memang baru dilakukan 2 April mendatang. Hanya, aturan pertandingan sudah mulai disosialisasikan. Yakni, menggunakan sistem setengah kompetisi.

”Untuk itu, kami harus banyak kombinasi dalam melakukan pertandingan. Sebab lawan kita nantinya bukan hanya level Karisidenan saja, namun sudah level Jateng. Jadi harus ditingkatkan permainannya karena lawan jelas lebih kuat lagi,” kata Didik, kepada Koran Muria, kemarin.

Menurutnya, mengenai strategi yang diterapkan, akan dikondisikan dengan pemain. Apalagi, usia pemain yang masih Sd harus dimatangkan. 

Meski begitu ia tidak mau terlalu merubah stretegi karena takut membuat konsentrasi pemain pecah.Terlebih, pola permainan yang dimiliki sudah terbentuk.

Hanya, ia tetap mewaspadai pertahanan atau blok yang dilakukan pemain. Untuk itulah dilakukan penambahan petugas blok yang awalnya hanya satu saja, ditambah menjadi tiga pemain.

”Itu dilakukan guna melakuian blok seragan lawan. Sebab dalam pertandingan di eks-Karesidenan Pati, Bloknya hanya satu pemain, dan itu sering sekali bobol karena mudah dibool,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mewaspadai lawan yang melakuan kecurangan dengan mendaftarkan pemain yang bukan anak SD. Meski hanya sebatas kecurigaan, hal itu dilakukan persiapan jika hal itu terjadi dalam pertandngan.

Kordinator Popda Kudus Arid Setyawan mengatakan, mengenai pertandungan nanti pihaknya tdak menginginkan ikut campur lebih jauh. Melainkan, lebih  mempercayakan kepada para pemain dan oelatih.

”Saya tidak mau ikut campur lebih jauh lagi. Namun saya mempercayakan pada pelatih dalam mengolah pemain, jika mau menambah ya silakan, namun jika tidak tidak apa-apa. Karena pelatih yang mengetahui konsidi pemainnya dan kami dari Dinas hanya mampu memfasilitasinya,” jelasnya. (Faisol Hadi / Supriyadi)