Gus Tutut Lempar Umpan

REMBANG – Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Rembang, Yaqut Cholil Qoumas mulai memberikan umpan untuk maju ke Pilkada Rembang 2015. Ia pun melempar statemen kesediaanya meramaikan balon Bupati untuk lima tahun ke depan.

Hanya, Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010 itu siap dicalonkan jika partai berlambang bola jagat bintang sembilan itu menugaskan dirinya untuk maju. 

”Sejauh ini belum ada instruksi dari partai untuk maju. Apalagi PKB juga masih dalam proses penjaringan. Namun jika partai menugaskan kita sebagai kader harus tetap siap dan tidak boleh menolak,” ujar Gus Tutut disela-sela kunjungannya sebagai anggota Komisi III DPR RI di Rembang, Senin (30/3), kemarin.

Gus Tutut menyebutkan secara informal dirinya telah diminta agar ikut mendaftar sebagai bakal calon bupati dari PKB. Baginya tidak perlu ada persiapan jika parpol pengusungnya sudah jelas, apalagi pelaksanaan Pilkada juga masih lama. 

Selain itu, ia yakin masyarakat sudah cerdas memilih pemimpin yang baik. ”Jadi nggak perlu masang banner banyak-banyak dan ngomong sampai berbusa-busa,” kata Gus Tutut.

Disinggung tentang alasan perlu mempertimbangkan maju Pilkada, ia menilai Rembang sudah cukup banyak pejabat yang sudah masuk penjara karena kasus korupsi. Mulai dari Bupati Non-aktif Mochammad Salim hingga sejumlah kepala dinas. Bahkan yang terbaru, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng pun tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi proyek di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang. 

”Apabila ingin baik di segala bidang, Rembang perlu dipimpin oleh seorang yang visioner dan busa melakukannya. Rembang mestinya tidak dipimpin oleh seorang yang tahunya hanya disposisi dan pengaturan proyek belaka,” paparnya.

Gus Tutut menambahkan dalam kunjungannya di Rembang kali ini untuk mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Rembang. Dia mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kora Garam. 

Dia mencontohkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan rumah sakit yang mandek. Semestinya kepolisian dan kejaksaan menjelaskan kepada masyarakat bagaimana perkembangan kasus tersebut saat ini. (Ahmad Feri / Supriyadi)