Tidak Sadar, Masyarakat Mendukung Korupsi

KUDUS – Semakin banyaknya pejabat yang terseret tindak pidana korupsi sedikit demi sedikit mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Akan tetapi juga perlu disadari secara tidak langsung, masyarakatlah yang menciptakan pemimpin  yang gemar memakan harta rakyat. Sudah seharusnya masyarakat turut berbenah dan menilai diri sendiri.

Menurutnya, masih menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat, menyelesaikan masalah dengan uang. Keengganan untuk bersabar menanti sebuah proses, membuat mereka memilih jalan yang mudah dan cepat. Salah satunya dengan memberi uang kepada pelaksana proses. Hal inilah yang secara tidak langsung mempengaruhi mindset masyarakat dan pemimpin.  Terjadi pola sama suka sama tahu, dan akhirnya menjadi kebiasaan di masyarakat .

”Baik disadari masyarakat atau tidak, secara tidak langsung mereka turut mendukung  tindak pidana korupsi melalui pemberian suap maupun gratifikasi. Dan sebagaian masyarakat masih menganggap suap atau gratifikasi merupakan hal yang sudah wajar,” jelas Yusuf Istianto, dosen Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus (UMK).

Pemakluman pemberian gratifikasi atau suap kepada petugas tertentu, secara tidak langsung membentuk sikap ketidakadilan masyarakat terhadap pemerintah. ”Sebagian masyarakat menggembor-gemborkan anti korupsi, ternyata tidak disadarinya diapun melakuakn hal yang sama, hanya saja skalanya lebih kecil,” ungkapnya.

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat bercermin dan menilai diri sendiri. Dengan bersikap jujur pada diri sendiri dan mengajarkan hal kecil tersebut pada generasi muda, untuk tidak membudayakan sikap memberi kepada pelayanan yang memang digratiskan dengan tujuan agar lebih cepat dan mudah.  (Ika Nikmah / Suwoko)