Nasib TKI Ardianti Asal Dukuh Krajan, Desa Bulungan Belum Jelas

JEPARA – Nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Krajan, Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, Ardianti Kusuma sampai saat ini masih belum jelas. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mengaku masih dalam proses penelusuran terkait keberadaan Ardianti, yang dikabarkan menjadi TKI di Malaysia sejak 5 Mei 2011 lalu itu.

Kepala Seksi Tenaga Kerja Dinsoskertrans Jepara Muryanto, menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran keberadaan Ardianti di Negeri Jiran. Sama seperti Suliati yang telah dipulangkan sebelumnya, Ardianti sejak dua tahun terakhir, tidak pernah berkomunikasi dengan anggota keluarga di Jepara.

”Dengan keterbatasan kemampuan kami. Kami masih berupaya untuk dapat memulangkan Ardianti, saat ini kami masih melakukan penelusuran,” ujar Muryanto kepada Koran Muria, kemarin.

Pihaknya melakukan koordinasi dengan BNP2TKI dan Kementrian Tenaga Kerja, untuk mencari keberadaan Ardianti Kusuma, untuk kemudian dipulangkan.

”Kebetulan Ardianti tidak sama sepeti Suliati. Kalau Suliati saat masih di Malaysia, memang sebelumnya masih bisa diajak berkomunikasi meskipun sulit. Sesekali masih bisa untuk dihubungi. Tapi untuk Ardianti ini tidak demikian,” terangnya.

Diakuinya, sejak dua tahun terakhir Ardianti lepas kontak dengan keluarganya. Sehingga sampai saat ini sulit untuk dilacak keberadaannya. Informasi terakhir, Ardianti bekerja pada majikan bernama Chew Kim May, di Ris Kurnia Kuala Lumpur, Sungai Blank Kecil, Depan PMP Semirah Batu Pahat, Johor.

Namun di tempat ini, Ardianti tidak mendapatkan hak-haknya. Bahkan paspornya juga ditahan. Akhirnya Ardianti lari dan bekerja pada majikan baru yakni Theo Kim Kie, yang beralamat di Kampung Kankar Kulai, Johor Baru, Kebun Bunga (Perniagaan Bunga), Malaysia.

”Nah di tempat baru ini pihak keluarga kehilangan jejaknya. Hingga kini di mana keberadaan maupun nasibnya tak diketahui,” paparnya. (Wahyu KZ / Ali Muntoha)