Mei, Pasar Burung Mulai Dibangun

KUDUS – Pasar burung sebagai lokasi baru relokasi pedagang di Pasar Wergu akan dimulai Mei nanti. Proyek senilai Rp 3,9 miliar tersebut terletak di Pasar Hewan, Kecamatan Jati. Saat ini prosesnya tinggal menunggu hasil lelang proyek.

Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti mengatakan, rencana pembuatan pasar burung sudah final. Sehingga, usai perencanana pasar tersebut, pihaknya tinggal menunggu proses lelang kemudian proses pembangunan fisik.

”Mei bangunannya akan mulai dibuat. Kami akan memisahkan antara pedagang makanan dan pedagang hewan di lokasi yang baru nanti. Jika dicampur keadannnya juga tidak sehat, seperti yang terjadi di Pasar Wergu saat ini,” kata Sudhiharti kepada Koran Muria, kemarin.

Lokasi pembangunan pasar burung tersebut, katanya, merupakan lahan kosong yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, lahan tersebut justru disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.

Menurutnya, tahapan perencanaan sudah selesai dilakukan. Dan melihat dana yang tersedia, pembangunan akan dimaksimalkan. Dan saat ini prosesnya tinggal menunggu lelang.

Dia mengatakan, di pasar hewan nanti akan dibagi dua kelompok. Kelompok pertama untuk hewan kambing, kerbau dan sapi. Sedangkan kelompok kedua untuk burung, ayam dan sebagainya. ”Kami sudah menyosialisikan, dan yang jelas yang kami pindah hanya untuk binatang hidup saja, untuk Ayam potong tidak diperbolehkan pindah,” ujarnya.

Menurut dia, pemindahan pasar harus dilakukan, mengingat aturan yang ada mengharuskan relokasi. Menurutnya, antara makanan dan hewan hidup tidak boleh satu lokasi. 

Kabid Pasar Bambang Gunadi menambahkan, semua pedagang akan dipindah. Sebagian pedagang burung yang berada di Pasar Wergu akan dipindah terlebih dahulu ke Pasar hewan yang dipastikan akan berlangsung maksimal Maret. Kemudian selain pedagang burung akan dicarikan lokasi lainnya.

”Kalau yang pasar burung tidak hanya pedagang yang di Pasar Wergu saja, namun para penjual burung di daerah lain juga bisa gabung,” jelasnya.

Bambang menambahkan, nama pasar baru nanti juga Pasar Wergu. Nama Pasar tidak akan dirubah karena sudah melekat dengan pedagang di sana. Selain itu, semua pedagang yang akan mengisi pasar baru tersebut tidak dikenakan biaya. (Faisol Hadi / Suwoko)