Botoh Pilkades Tetap Diburu Polisi

Suasana pelaksanaan Pilkades di Tambahsari. Tampak simpatisan beberapa calon kades nomor urut dua, yang sengaja memotong sebagian rambut di kepalanya, berbentuk angka dua. (KOMA / Lismanto)

PATI – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak  yang melibatkan 528 calon kades di 219 desa sudah berakhir pada Sabtu (28/3). Kendati begitu, para botoh atau pelaku judi Pilkades tetap akan diburu polisi.

”Banyak sekali informasi terkait dengan adanya judi Pilkades. Namun, sampai saat ini kami belum menemukan siapa saja yang melakukan judi Pilkades. Meski begitu, kami sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian mengenai hal itu,” ujar Bupati Pati Haryanto, kepada Koran MuriaSabtu.

Ia katakan, Kapolres sangat respon dan berkeinginan agar otak pelaku ditangkap. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerusuhan pascaPilkades serentak. 

”Soal sanksi yang diberikan, tentu itu sudah menjadi kewenangan penegak hukum. Biarlah hukum yang bicara,” katanya.

Di tempat terpisah, Kapolres Pati AKBP Budi Haryanto mengatakan, pihaknya tetap mengawal soal perjuadian Pilkades, meski Pilkades telah rampung. ”Kalau memang nantinya mereka tertangkap tangan, kami akan memproses secara hukum,” tegasnya.

Untuk melakukan pemantuan, jajaran Polres Pati telah mengerahkan personil berpakaian preman di sejumlah daerah yang diduga ada terdapat perjudian Pilkades, yang digelar Sabtu lalu.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya konflik yang terjadi di luar faktor Pilkades sendiri, yakni soal perjudian. Di samping itu, perjudian sendiri masuk ke dalam perbuatan melawan hukum yang masuk kategori tindak pidana atas dasar meresahkan masyarakat. (Lismanto / Kholistiono)