Satpol PP Kudus Tak Gentar Tiap Hari Digeruduk PKL

Kepala Stpol PP Abdul Halil menemui PKL yang mengajukan perpanjangan izin berjualan, kemarin. Meski beberapa kali digeruduk PKL, pihaknya tidak akan berubah sikap. (KOMA / Faisol Hadi)

KUDUS – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus digeruduk sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Menur, Jumat (27/2). Mereka datang karena merasa diperlakukan tidak adil oleh para petugas.

Kepala Satpol PP Abdul Halil mengatakan, para PKL datang didampingi anggota LSM. Mereka menuntut agar tetap dibiarkan untuk berjualan di Jalan Menur. ”Tadi pagi saya digeruduk PKL Jalan Menur. Mereka sekitar 15 orang dan didampingi anggota LSM. Mereka meminta untuk tetap berdagang di lokasi semula,” kata Halil kepada Koran Muria, kemarin.
Menurutnya, pembicaraan antara PKL dan pihaknhya berlangsung alot. Dia menegaskan PKL di Jalan Menur dilarang berjualan. Sehingga permintaan PKL dan LSM tidak dapat dipenuhi.
Dia mengatakan, pihaknya tidak akan berubah sikap dalam penataan PKL. Bahkan ketika sering didatangi sejumlah PKL untuk meminta tetap berjualan, pihaknya tidak akan pernah mengizinkannya, selama para PKL masih menyalahi aturan.
”Mereka datang mau lima kali atau setiap hari, silakan saja. Yang jelas saya tidak akan membiarkan mereka berdagang di sana selama masih menyalahi aturan,” ujarnya.
Menurut dia, untuk membuktikan Satpol PP tidak terpengaruh pada penataan PKL, hari ini di Jalan Menur akan dilakukan operasi PKL kembali. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pedagang.
Dia menambahkan, jika pihaknya memberikan izin berjualan, itu hanya akan memicu PKL lain untuk melakukan hal yang serupa. Sehingga pihaknya tidak akan memberikan izin berjualan kepada para PKL di sana dan di daerah lainnya.
”Kalau yang boleh itu di gang 1, 2 dan 3. Selebihnya saya persilahkan mereka berkonsultasi kepada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, menata PKL sangatah susah. Sebab sering ada yang melawan bahkan mengancam untuk tetap berjualan secara diam-diam. Namun karena itu menjadi tugasnya dia tetap akan melarang PKL berjualan dengan menabrak aturan. (Faisol Hadi / Suwoko)