Rp 40 Miliar untuk Beton Pantura

KUDUS – Sejumlah titik ”bermasalah” di ruas jalur pantura yang ada di Kabupaten Demak-Kudus hingga Pati, tahun ini akan dilakukan pembetonan. Total dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk betonisasi jalur transnasional di tiga kabupaten tersebut, mencapai Rp 40 miliar.

Di Kabupaten Demak, ruas jalur penghubung Jawa Tengah-JawaTimur yang dibeton sepanjang 2 kilometer, persisnya mulai dari Km 38 hingga SPBU Wonoketingal turut wilayah Kecamatan Karanganyar, Demak.
Sedang di Kabupaten Kudus, pembetonan dilakukan di ruas jalur pantura sepanjang 200 meter, yang ada di sekitar Perempatan Krawang, Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Untuk Kabupaten Pati, betonisasi jalur pantura digelar di ruas jalan sepanjang 500 meter sekitar pertigaan Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Pejabat pembuat komitmen untuk ruas jalan Trengguli-Kudus-Pati-Batas Kota Rembang Dinas Bina Marga Jawa Tengah Suwito mengatakan, pemilihan tiga titik tersebut telah melalui kajian maupun hasil survei lapangan. Pembetonan dilakukan karena badan jalan pantura di tiga titik tersebut kondisinya sudah berlubang atau bergelombang.
Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani justru malah akan memicu berbagai persoalan yang lebih serius. Mulai dari ketersendatan arus hingga terjadinya laka lantas di tiga titik tersebut. ”Pengerjaan tiga titik itu satu paket pekerjaan. Anggarannya Rp 40 miliar, dan saat ini masih proses lelang,” kata Suwito, kemarin.
Selain dilakukan pembetonan, pihaknya juga melakukan pelebaran badan jalan di tiga titik tersebut. Namun berapa angka pelebarannya tergantung ketersediaan lahan dan kondisi di lapangan. ”Tapi rata-rata nanti lebar badan sekitar 14-15 meter. Kita tambah juga di kanan kirinya lajur khusus sepeda motor,” jelasnya.
Diperkirakan Suwito, proses lelang proyek betonisasi jalur pantura itu rampung akhir Maret ini. Usai lelang, pihaknya masih memberi waktu sekitar sebulan, agar kontraktor pemenang mempersiapkan berbagai hal terkait proyek tersebut. Praktis, pekerjaan fisik baru bisa dilakukan awal Mei mendatang. ”Kalau proyek sudah mau dimulai kita koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Seperti Dishub maupun Satlantas untuk mengantisipasi ketersendatan arus lalu lintas seiring kegiatan itu,” terangnya. (Merie)