Ratusan Guru di Kabupaten Grobogan Diusulkan Ikuti PPGJ

GROBOGAN – Kepala Bidang PMPTK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Moch Amin menyatakan akan membantu para guru untuk bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi. Karena saat ini ada ratusan guru, baik PNS maupun non-PNS belum bisa mendapatkannya karena belum mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG).

”Kami mengusulkan 640 guru, mulai dari jenjang pendidikan dasar (guru SD) hingga pendidikan menengah (guru SMP dan SMA) untuk mengikuti PPGJ (Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan),” katanya, kemarin.
Dia mengatakan, mereka yang diusulkan untuk mengikuti PPGJ tahun 2015 ini, dikhusukan para guru yang tidak lulus Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2014. Selain itu mereka tidak memenuhi syarat (TMS) tes PLPG dan guru SD yang belum mengikuti uji kompetensi guru (UKG) pada tahun lalu. Mereka diusulkan agar bisa mendapatkan sertifikasi guru pada tahun ini.
Hingga tahun 2014, katanya, pemerintah daerah Kabupaten (Pemkab) Grobogan telah memiliki guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 5.189 orang. Sedangkan guru non-PNS sebanyak 6.833 orang. 
”Ada 4.960 guru PNS ditambah dengan 919 guru non-PNS mulai dari jenjang pendidikan TK hingga jenjang SMA. Rinciannya 127 guru TK, 3.088 guru SD, 1.238 guru SMP, 302 guru SMA, 102 guru SMK, ditambah dengan 103 guru pengawas,” tuturnya.
Dia menambahkan, pada tahun 2014 lalu, Dinas Pendidikan mengusulkan 500 orang guru untuk mengikuti PLPG agar mereka mendapatkan sertifikasi. Namun, setelah mengikuti tes di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, di Srondol, Semarang, hanya 423 guru yang lolos.
”Dari sejumlah guru yang lolos di LPMP saat itu, katanya hanya 375 guru yang berhasil melaju dan dinyatakan lolos PLPG,” katanya.
Menurutnya, untuk menunjang lolosnya para guru dalam PLPG harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan uji kompetensi. Selain itu mereka harus  memahami kompleks internal  dan eksternal strategi pembelajaran. Sehingga guru tidak hanya pandai dalam menerima horor, tetapi benar-benar mampu disertai bukti, yakni piawai dalam tehnik serta praktik  belajar mengajar.(Rubadi / Suwoko)