Ponpes Arroudlotul Mardliyah, Ngaji Guna Memasyarakatkan Alquran

Setiap pendidikan di pondok pesantren memang memberlakukan sistem yang berbeda-beda. Baik secara modern maupun salaf. Namun dalam pendidikan Alquran yang ada di Ponpes Alquran Arroudlotul Mardliyah Demangan, Kecamatan Kota, ini menuntut para santrinya, bisa turut memasyarakatkan ajaran Alquran.

Memasyarakatkan Alquran bukan berarti memperkenalkan Alquran pada masyarakat. Namun bisa memberikan motivasi pada masyarakat, supaya lebih aktif membaca kitab suci umat Islam tersebut. ”Memasyarakatkan Alquran itu bisa memberikan bantuan kepada warga. Dimana warga tersebut membutuhkan kita untuk mengaji, disaat dia memerlukan bacaan ayat-ayat Alquran,” kata Abdul Bashit Nashir, kepala ponpes.
Ia memaparkan, misalnya beberapa waktu lalu pihaknya kerap diundang warga sekitar yang mempunyai hajat nikah untuk qiroah, ada pula yang meminta untuk mengirim doa tujuh hari orang meninggal, maupun 40 harian. Tentunya hal tersebut dituntut seorang yang baik bacaan Alqurannya, dan diutamakan yang telah khatam.
Ia mengatakan, dengan undangan acara tersebut bisa dijadikan sarana untuk memasyrakatkan Alquran. Sehingga ponpes yang berdiri pada 2006 ini, bisa melaksanakan misinya. Yaitu mengajak masyarakat, agar tergugah untuk membaca Alquran.
”Selain itu, memasyarakatkan Alquran juga bisa dijadikan media dakwah pada lingkungan yang dianggap masih buta, dengan kitab suci tersebut. Karena lingkungan itu, masih membutuhkan jasa baca Alquran jika ada acara tertentu,” ungkap Nashir.
Dia melanjutkan, untuk khataman ditempat yang memang memerlukan jasa baca Alquran, biasanya pihak penyelenggara mengundang para santri sejumlah 10 orang. Di acara itu, para santri mengkhatamkan bacaan Alquran dengan cara setiap santrinya membaca 3 juz.
Dengan demikian, pihak warga yang mengundang santri tersebut tergugah hatinya untuk ingin membaca Alquran sendiri. Setelah selesai khataman di tempat tersebut, pihak pondok menyampaikan mauidloh hasanah tentang isi Alquran.
”Dengan adanya misi itulah, pihak pondok sangat antusias jika ada yang mengundang untuk mengaji. Karena pada saat itu, kami bisa berdakwah tentang Alquran sekaligus mengajak masyarakat untuk membacanya,” tuturnya.
Dalam undangan dari warga tersebut, ponpes yang mempunyai 35 santri dan 3 ustadz ini, bisa melaksanakan misinya dengan maksimal. Selain itu, para santri juga turut berjuang sesuai dengan misi ponpes. Yaitu menanamkan dalam batinnya untuk senantiasa memasyarakatkan Alquran. (Edi Striyono / Tiis Ayu)