NPC Kudus Kesulitan Cari Atlet Usia Dini

Para atlet kursi roda beradu cepat saat mengikuti kejuaraan O2SN 2014 lalu. Saat ini NPC Kudus masih kesulitan mencari atlet usia dini untuk program jangka panjang.

KUDUS – Pengkab National Paralympic Committee (NPC) Kudus masih kesulitan untuk mencari atlet usia dini. Terutama untuk kategori junior yang berumur antara 10 hingga 16 tahun. Hal ini tak lepas dari minimnya kesadaran orang tua terhadap buah hatinya yang memiliki kebutuhan khusus.

Ketua NPC Kudus Sugiarto mengatakan, sejauh ini pihaknya telah bergerilya untuk mencari bibit baru di masyarakat. Bahkan, ia pun terus menjalin kerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) baik tingkat sekolah dasar ataupun SMP dan SMA.
Hanya, hal tersebut masih nihil. Praktis sejauh ini pihaknya hanya bisa memaksimalkan atlet yang berada di Pengkab untuk meraih berbagai medali di kejuaraan.
”Alasan utama memang kesadaran yang terbangun. Banyak orang tua dan guru yang masih berpandangan sempit. Selain malu, mereka khawatir apa yang kami lakukan hanya memanfaatkan mereka. Padahal niat kami ingin membuat anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus bisa berprestasi,” katanya kepada Koran Muria.
Sejauh ini, lanjutnya, selain pihak sekolah, NPC juga menjalin kerjasama dengan Disdikpora dan KONI. Harapannya, para tangan pemerintah tersebut bisa memberikan pemahaman kepada guru dan sekolah yang memiliki pandangan berbeda.
”Kami tak bisa berjalan sendiri. Semua harus saling bersinergi. Dengan bantuan pemerintah, kami yakin bisa mencari bibit-bibit unggul untuk bermain di kancah nasional,” tandasnya.
Ia menyebutkan, saat ini NPC Kudus memiliki 20 atlet. Mereka tersebar di beberapa cabang olahraga, di antaranya angkat besi, tenis meja, dan Atletik. Hanya di cabang atletik terdiri dari beberapa nomor. Yakni, kursi roda, lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru.
”Tapi, mereka kebanyakan berusia di atas 20 tahun. Jadi memang kami sangat minim di atlet usia dini,” tambahnya.
Seperti diketahui, NPC Kudus sukses menelurkan atlet-atlet berprestasi. Terbaru mereka berhasil mengirimkan wakil ke pelatnas Rani Puji Astuti untuk bermain di Asean Para Games (APG) 2015 di Singapura. (Ika Nikmah / Supriyadi)