Kusnanto Lirik Abu Nafi Sebagai Pasangannya Dalam Pilkada Blora

BLORA – Bakal calon (balon) Bupati Blora dari Partai Golkar Maulana Kusnanto mulai mencari pasangan untuk bertarung dalam pilkada mendatang. kabar yang mulai santer terdengar, Kusnanto tengah melirik kandidat dari PPP yang juga wakil bupati Blora saat ini, Abu Nafi.

Di Pilkada Blora nanti, Partai Golkar harus mencari koalisi agar bisa mengusung Kusnanto sebagai calon bupati. Sebab, partai berlambang pohon beringin tersebut hanya memiliki tujuh kursi di parlemen. Untuk mengajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati, partai pengusung harus memiliki sedikitnya sembilan kursi.
Di sisi lain, PPP juga membutuhkan dukungan dari partai lain untuk bisa mengusung Abu Nafi. Partai berlambang Kakbah tersebut baru memiliki lima kursi di DPRD Blora. Ini menjadi salah satu peluang bergabungnya Partai Golkar dan PPP. Apalagi, kedua partai tersebut bernaung dalam Koalisi Merah Putih.
Meski demikian, Kusnanto belum memberikan kepastian tentang hal ini.”Baru trontong-trontong (sekilas, red) ke arah sana (koalisi, red). Jadi sampai sekarang memang belum diresmikan,’’ kata Kusnanto saat dikonfirmasi wartawan.
Selama ini, kedua tokoh tersebut sudah bergerilya mencari dukungan untuk maju dalam pilkada. Baik Kusnanto maupun Abu Nafi, dikenal sebagai figur yang suka blusukan dan memiliki banyak pendukung.
Namun begitu, bukan hal mudah untuk menyatukan keduanya. Sebab, Abu Nafi mendapat mandat menjadi calon bupati dari PPP. Jadi, bukan sebagai wakil bupati seperti yang kemungkinan besar akan ditawarkan. Apalagi, ada sinyalemen yang menyatakan Abu Nafi membuka kemungkinan untuk maju dalam pilkada melalui jalur perseorangan atau calon independe. ”Untuk masalah posisi (bupati atau wakil bupati) bisa dikomunikasikan. Bisa saja nanti kami berpasangan,’’ ucap dia.
Sementara itu, Abu Nafi menegaskan saat ini belum ada rencana berkoalisi dengan Partai Golkar. Namun, dia mengaku banyak menerima telepon maupun SMS yang mempertanyakan kabar benar tidaknya ada rencana berpasangan dengan Kusnanto. ”Saya banyak dikomplain teman-teman. Mereka bilang saya tidak konsisten karena akan maju sebagai wakil bupati. Saya tegaskan, hal tersebut hanya kabar saja, sampai sekarang belum resmi,” jelas Abu Nafi.
Dia memilih menunggu instruksi dari DPP PPP terkait langkah-langkah dalam pilkada, termasuk mencari pasangan. Selain itu, saat ini masih terlalu dini untuk berbicara pasangan atau calon. Sebab, pendaftaran calon saja sampai sekarang belum ada kejelasan.
”Pesan dari partai (PPP), saya diminta untuk mengikuti perkembangan. Setidaknya, pada Juni atau Juli mendatang baru ada sikap,’’ ungkap dia.
Untuk membuktikan belum ada pembicaraan dengan Kusnanto, Abu Nafi telah mengambil formulir dan mendaftar untuk ikut penjaringan bacabup di Partai Nasdem. Sebelumnya, dia juga mendaftar di PDI Perjuangan. ”Saya tegaskan lagi, sampai saat ini saya belum ada deal dengan siapapun,” pungkasnya. (Sundoyo Hardi)