Izin Pabrik Semen di Pati Digugat ke PTUN

PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, terkait izin lingkungan pabrik semen yang dikeluarkan bupati Pati.

Izin lingkungan Nomor 660.1/4767 Tahun 2014 itu diberikan kepada PT Sahabat Mulia Sakti (SMS), untuk melakukan penambangan batu gamping dan batu lempung.
JMPKK menilai, dengan dikeluarkanya izin tersebut bupati dianggap lebih berpihak ke pabrik semen. ”Gugatan sudah di masukkan ke PTUN. Insyaallah awal Maret nanti akan dimulai sidang pertama mengenai hal ini,” ujar Karsono, anggota JMPPK, kemarin.
Menurut dia, izin lingkungan tersebut menunjukkan bupati tidak peduli terhadap masyarakat. Terutama yang berada di kawasan Pegunungan Kendeng utara.
Selain itu menurut dia, izin lingkungan tersebut terkesan tergesa-gesa. Sehingga mengabaikan kelengkapan kajian mengenai Amdal. Karena, menurutnya  sebagian masyarakat tidak diberitahu mengenai hal ini.
Lebih lanjut ia menyatakan, pihaknya akan terus berjuang atas penolakan pendirian pabrik semen. Pihaknya melihat ada ketidakketerbukaan proses penyusunan Amdal.
”Dalam hal sidang komisi penilai Amdal dan juga sosilaisasi, juga tidak ada keterbukaan. Begitupun hingga penerbitan izin lingkungan ini keluar. Kok kesannya tiba-tiba,” ungkapnya.
Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Bupati Pati Haryanto menyatakan, jika izin lingkungan tersebut, sudah melalui kajian yang dalam dan mekanisme yang sudah sesuai aturan.
”Prosesnya tentu tidak sebentar. Proses ini sudah lama berjalan dan berdasarkan kajian yang matang, akhirnya saya mengeluarkan izin pembangunan pabrik semen tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, jika rencana pembangunan pabrik semen bukan semata untuk kepentingan dirinya. Namun hal itu katanya untuk kepentingan masyarakat umum dan untuk kesejahteraan masyarakat.(Kholistiono / Ali Muntoha)