Akibat PDAM ”Pelit” Kompensasi

Petugas PDAM Jepara memperbaiki pipa yang digunakan untuk distribusi air bersih di Desa Bulungan. Penyebab pemotongan pipa air itu, dikarenakan permohonan dana yang diajukan warga ke PDAM tak dipenuhi. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Aksi pemotongan pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara oleh sejumlah warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, rupanya merupakan imbas dari kekesalan mereka. Warga menilai jika perusahaan tersebut tidak memberikan dana kompensasi, padahal beraktivitas di sana.

Warga sendiri, diketahui meminta dana kompensasi atas saluran pipa yang melewati wilayah mereka. Termasuk dengan adanya empat sumur PDAM yang berada di desa tersebut.
Petinggi Desa Bulungan Nur Baidi mengatakan, alasan tersebut diketahui setelah pihaknya beberapakali melakukan pertemuan dengan semua ketua RT dan RW Desa Bulungan. Terakhir, pihaknya melakukan mediasi dengan direktur PDAM pada Jumat (27/2) pagi, di balai desa setempat.
”Dalam mediasi, kami hadirkan beberapa warga yang melakukan pemotongan pipa PDAM, untuk beraudiensi dengan direktur PDAM. Akar persoalannya adalah soal tidak diberikannya kompensasi yang diminta warga. Dalam pertemuan singkat tersebut, Direktur PDAM Pak Prabowo menjanjikan akan memberikan kompensasi,” ujar Nur Baidi kepada Koran Muria, Jumat (27/2).
Menurutnya, setelah dilakukannya mediasi, warga yang mempermasalahkan pipa PDAM merasa sedikit lega. Meski begitu, mereka akan menagih janji kompensasi yang dijanjikan. Apalagi selama ini PDAM belum pernah memberikan bantuan dana ke warga maupun desa sebagai dana corporate social responsibility (CSR) atas empat sumur PDAM yang berlokasi di Desa Bulungan.
”Sebetulnya kami di pemerintah desa juga menginginkan bantuan. Tapi cara yang dilakukan warga terlalu kasar, dengan memotong langsung pipa PDAM. Padahal dampak dari pemotongan itu ke warga lainnya yang tidak dapat teraliri air bersih,” ungkapnya.
Nur Baidi menambahkan, meski mediasi telah dilakukan, pihaknya akan menindaklanjuti hasilnya. Sebab, mediasi tersebut hanya berlangsung sebentar, lantaran direktur PDAM ada keperluan lain. ”Sehingga belum sempat membahas secara rinci berkait kompensasi yang akan diberikan PDAM,” katanya.
Sementara itu, Direktur PDAM Jepara Prabowo mengatakan, dalam mediasi yang telah ia hadiri, pihaknya menangkap keinginan warga dan pihak pemdes untuk tidak membawa masalah pemotongan pipa PDAM ke jalur hukum. ”Mereka meminta agar masalah pemotongan pipa dalam diselesaikan secara kekeluargaan. Dan saya menyetujui itu,” katanya. (Wahyu KZ / Merie)