Voli Indoor Kudus Fokus Poles Lini Depan

KUDUS – Para pemain junior untuk nomor voli indoor Kudus semakin serius mempersiapkan diri menjelang terjun di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) eks Karesidenan Pati, Februari mendatang. Setelah melakukan tiga kali uji coba, kali ini mereka mulai membenahi beberapa kekurangan di lini depan.

Salah satunya dengan membekali insting membunuh bagi keenam pemain di posisi spiker. Hal ini karena di uji coba lalu, pelatih mencermati kurangnya agresifitas para pencuri poin tersebut.

”Ada beberapa pemain yang memang kurang memiliki feeling menyerang. Mereka cenderung asal melakukan smash tanpa melihat peluang poin. Untuk itu kami berupaya untuk membenahi mereka,” ungkap pelatih indoor Kudus Suryani, kemarin (30/1).

Padahal, posisi spiker saat ini direbutkan oleh enam pemain. Yakni Yuni Nurafifah, Febrina, Devi Ikhwan, Serviana, dan Diva yang berasal dari SMA Al Ma’ruf. Selain itu, Kristin Natalia Susanti (SMA 2 Bae) juga saling berebut menjadi pemain inti.

”Meski belum menentukan pemain inti, tapi kami ingin semua spiker sama-sama memiliki kemampuan bagus. Karena, di lapangan tak bisa diketahui akan ada pemain yang cedera atau tidak,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menilai timnya kurang sempurna dalam memblok pemain lawan. Buktinya, reaksi yang ditunjukan oleh semua pemain kurang cepat sehingga timnya sering kehilangan bola. Untuk itu, dirinya mengintruksikan kepada para pemainya agar konsentrasi dan melihat pergerakan bola lawan.

”Kami masih melihat dalam melakukan blok asal-asalan. Hal ini yang membuat tim bisa mengalami kekalahan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya memberikan arahan kepada semua pemain agar lebih fokus terhadap serangan lawan. Dengan materi latihan yang bagus dan memblok serangan yang matang. Dirinya yakin timnya bisa bermain lebih bagus ketika ujicoba maupun pertandingan resmi. 

”Materi latihan hari ini memang itu dan harus ditingkatkan lagi,” ucapnya. (Nurokhim / Supriyadi)