Serangan Penyakit Tak Menular Mengkhawatirkan

KUDUS – Serangan penyakit tidak menular (PTM) di Kudus saat ini sudah pada taraf mengkhawatirkan. Terlebih, penyakit tersebut malah lebih banyak menyerang orang berusia produktif.

Kabid Pengendalian Penyakit pada  Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Hikari Widodo mengatakan, PTM yang banyak menyerang usia produktif di antaranya hipertensi, diabetes militus dan jantung.

”Sebelumnya,  orang yang terserang penyakit hipertensi dan jantung usia di atas 40 tahun. Sekarang kecenderungannya usia muda sudah terserang,” kata Hikari kepada Koran Muria, Jumat (30/1).

Menurutnya, PTM sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Sebab saat ini, kecenderungan mengarah pada pemuda dengan usia-usia produktif antara usia 30 tahun atau lebih. PTM selama ini kurang mendapatkan perhatian. Akibatnya penderita semakin banyak.

”Kami selama ini berkonsentrasi pada serangan penyakit menular. Antara lain DBD (demam berdarah dengue) dan TBC (tuber colosis). Tapi PTM misalnya hipertensi, diabetes dan jantung justru banyak penderitanya,” ujarnya.

Hikar mengatakan, menurut  medis, PTM kebanyakan dari terjadi karena faktor bawaan. Tapi penyakit tersebut sekarang bergeser ke orang yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan. Hal itu mungkin terjadi karena pola makan seseorang yang kurang sehat, lebih memilih makanan instan.

”Seperti makanan siap saji, bisa dilihat tempat-tempat makan banyak dikunjungi orang usia produktif. Misalnya kalangan pekerja yang ingin makan praktis sehingga memilih makanan yang siap saji itu,” tuturnya.

Dia menambahkan, serangan PTM itu tidak semata karena pola makan, tapi juga datang stres dan kurang berolahraga juga bisa menjadi pemicu. Sebenarnya, banyak PTM yang saat ini menyerang warga. Namun yang paling banyak saat ini hipertensi, diabetes, dan jantung.

”Apalagi jantung yang bisa menyerang secara mendadak dan bisa menyebabka kematian. PTM dianggap remeh tapi lebih berbahaya sewaktu-waktu bisa kena penyakit tersebut. Menyerangnya juga perlahan-lahan hingga akhirnya menyebabkan kematian,” jelasnya. (Faisol Hadi / Suwoko)