Mediasi Dilakukan Setelah Sidang Perdana

KUDUS – Proses gugatan dari 46 warga terdampak proyek Waduk Logung di Pengadilan Negeri (PN) Kudus sudah mulai memasuki proses persidangan. Menurut rencana, sidang akan dimulai pada 10 Februari mendatang. Setelah sidang pertama itu akan dilakukan proses mediasi.

Humas PN Kudus Ahmas Syafiq mengatakan, pada saat sidang pertama nanti, pihaknya masih mengupayakan mediasi untuk menyelesaikan kasus tersebut. Hal itu sudah menjadi aturan, sebelum sidang pembuktian harus dilakkukan memediasi dari kedua belah pihak penggugat dan tergugat.

”Kami masih mengupayakan mediasi terlebih dahulu. Setelah sidang pertama kami upayakan mediasi. Sebab jika tidak mediasi, kedua belah pihak akan melakukan sidang terus-menerus hingga tuntas,” kata Syafiq kepada Koran Muria, kemarin.

Menurutnya, dalam sidang pembuktian akan menghabiskan biaya yang banyak. Misalnya saja berkas yang menjadi bukti dari kedua pihak. Selain itu juga masih harus menyertakan materai 6.000. 

Selain itu, lanjutnya, dalam sidang-sidang selanjutnya juga mengalami hal yang sama. Sehingga membutuhkan biaya yang tak sedikit dari kedua belah pihak untuk melanjutkan proses persidangan. 

”Saat memasuki persidangan harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit. Sebab sidangkan juga akan berlangsung terus menerus. Maksimal selama lima bulan dari sidang pertama dilaksanakan,” ujarnya.

Menurut dia, dalam beberapa sidang pembuktian nantinya, akan ada bukti yang diberikan kedua pihak. Sehingga bisa dilihat, siapa yang memiliki bukti lebih kuat untuk pembuktian.

”Prosedurnya sama dengan gugatan perkara perdata biasa. Setelah daftar, ketua PN menunjuk majlis yang akan memimpin sidang. Lalu majlis menentukan jadwal sidang, kemudian sampai sidang pembuktian dan putusan,” imbuhnya.

Dia yakin, pada sidang pertama nanti kedua pihak akan hadir. Jika dalam pemanggilan pertama pada 10 Februari tidak hadir, menurut aturan akan dipanggil hingga tiga kali. (Faisol Hadi / Suwoko)