Jabatan Kepala SD 01 Patalan Terancam Dicopot

BLORA – Kepala Sekolah Dasar Negeri 01 Patalan, Desa Patalan, Kecamatan Blora, Lisning harus mengembalikan seluruh uang hasil pemotongan dana program bantuan Siswa miskin (BSM). Kebijakan itu terkait adanya pemotongan dana BSM untuk para siswa miskin oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Selain itu, Lisning juga terancam dicopot jabatannya sebagai kepala sekolah.

”Setiap siswa penerima dipotong Rp 50 ribu dengan alasan untuk membeli paving halaman sekolah. Bahkan, ada juga siswa penerima BSM yang tidak menerima dana sama sekali. Sedangkan dalam laporan, dana BSM sudah diambil oleh siswa penerima BSM,” ujar Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Blora Sunaryo, Jumat (30/1).

Untuk sementara,  lanjut dia, kepsek  diminta untuk mengembalikan semua uang potongan itu. Karena hasil penelusuran telah ditemukan adanya pemotongan BSM oleh kepala SDN 01 Patalan. Sehingga Disdikpora mewajibkan kepsek yang bersangkutan mengembalikan seluruh dana pemotongan itu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Blora Haryadi mengatakan, sanksi yang akan diberikan disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan aturan tersebut, Lisning dimungkinkan menerima sanksi pencopotan jabatan. Kasek tersebut bisa dikembalikan menjadi guru dan dipindahtugaskan.

Proses sanksi itu, lanjut dia, mulai dari bawah. Yakni Kepala Bidang Dikdas sebagai pejabat yang membawahkan SD dan SMP membuat nota dinas pada kepala Disdikpora. Isinya menyatakan telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh kepala SDN 1 Patalan. Bukti-bukti akan dilampirkan serta dokumen atau bukti pendukung lainnya. 

“Selanjutnya, Kepala Disdikpora membuat nota dinas ke bupati yang isinya kurang lebih sama. Saat ini tahapan itu masih dalam proses,’’ tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Disdikpora menemukan bukti penyimpangan dana BSM di SDN 01 Patahan. Tim Disdikpora yang turun untuk menyelidiki laporan adanya penyimpangan dana BSM dengan mendatangi satu per satu rumah siswa penerima BSM. Hasil penelusuran, sejumlah siswa dalam daftar tertulis sudah menerima dan mengambil dana BSM untuk tahun 2014, namun saat didatangi di rumahnya ternyata dana itu belum sampai ke tangan mereka. 

Selain itu,  bagi yang menerima dana BSM dipotong Rp 50 ribu dengan dalih untuk membeli paving halaman sekolah. Pemotongan itu, menurut orang tua penerima BSM atas arahan kepsek  dan Komite Sekolah melalui pertemuan dengan para wali siswa penerima BSM.  (Sumarni)