FPTI Kudus Hanya Kirim 2 Pemanjat

KUDUS – Ketua FPTI Kudus Yoyok Supriyanto memastikan hanya mengirim dua atletnya untuk mengikuti seleksi Pra PON di GOR Jatidiri, Semarang pada 31 Januari- 1 Februari nanti. Itu karena satu dari tiga pemanjat yang telah diproyeksikan terpaksa absen lantaran kondisi tubuhnya tidak fit. 

”Disakinah tidak ikut karena sedang sakit. Untuk itu kami hanya mengirimkan dua pemanjat, Sudarti dan Ndona Nasugian yang hari ini (kemarin) sudah daftar ulang,” katanya kemarin.

Ia menyebutkan, keduanya akan mengikuti seleksi di kelas lead dan boulder speed. Hanya, di kelas boulder speed mereka akan melakoni beberapa nomor terdiri dari speed classic, speed track dan speed world record. 

Namun, pihaknya optimistis keduanya mampu lolos ke Pelatda PON pada 2016 di Jawa Barat mendatang. Apalagi, Sudarti yang meraih medali emas pada Kejurnas di Aceh tahun lalu sudah memiliki track record yang baguis di kancah nasional.

Sementara, Ndona Nasugian peraih medali emas pada Kejurda tahun lalu, juga tak kalah saing. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk bersaing dengan pemanjat kota lain. ”Jika sesuai prediksi, keduanya bisa lolos seleksi. Namun, kita juga belum melihat pemanjat dari luar daerah. Ya kita lihat saja nanti kondisi disana,” ucapnya.

Menanggapi persiapan yang telah dilakukan para pemanjat. Ia mengaku latihan rutin masih belum maksimal lantaran kondisi cuaca yang selalu hujan. Namun, ada keuntungan tersendiri bagi pemanjatnya lantaran Sudarti tercatat sebagai mahasiswi di USM Semarang. 

Dengan begitu, dirinya bisa melakukan latihan rutin di dalam kampus maupun diluar meski tidak di area Kudus. Namun, untuk Ndona Nasugian masih berstatus pelajar di SMA 1 Kudus sehingga latihan bisa selalu dipantau oleh pihaknya.

”Sebenarnya, latihan sendiri sudah kami jadwal awal Januari kemarin. Latihanya tiap hari dengan mengambil waktu pada sore. Tapi untuk Sudarti meski tidak berlatih di Kudus, kami tetap memantau perkembangannya karena bagaimana pun juga dia tergabung dalam organisasi kami,” imbuhnya. (Nurokhim / Supriyadi)