Bagikan Rp 200 Ribu untuk Modal Usaha

Salah satu program Pemerintah Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, yang sudah dinikmati masyarakatnya adalah pemberian modal Rp 200 ribu untuk usaha kecil. Dengan modal itu, kini perkembangan UMKM di desa ini semakin menggeliat.

Ada beberapa UMKM di Desa Karangmalang. Di antaranya usaha konfeksi, pedagang aneka makanan kecil maupun wiraswasta lainnya. ”Kami mempunyai program pemberian modal ke pelaku UMKM di desa. Dalam program itu yang kami fokuskan hanya usaha kecil yang membutuhkan modal usaha. yakni  pedagang pasar, penjual siomay maupun pembuat rempeyek,” kata Asrikhah, Kepala Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog saat diwawancarai di balai desa setempat, Jumat (30/1).

Modal usaha yang diberikan tersebut dianggarkan dari APBDes. Dalam pemberiannya, pemdes mengalokasikan dana Rp 5 juta. Yakni untuk 25 pelaku usaha kecil. Jumlah itu sesuai dengan program yang dibantu guna meningkatkan perekonomian warganya.

”Untuk usaha konfeksi, mereka tidak kami bantu karena sudah mempunyai modal besar. Saat ini yang kami perhatikan penuh ya usaha kecil tersebut. Mereka butuh modal untuk mengembangkan usaha. Agar bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Asrikhah, program itu nantinya akan dijalankan rutin setiap tahun. Dengan demikian, pemdes sudah memberikan wadah atau fasilitas untuk warganya yang ingin mengembangkan usahanya. Dari catatan pemdes, sebagian warganya merupakan pelaku UMKM.

”Setiap tahunnya nanti kami akan memantau perkembangan usaha masing-masing. Sebab nanti juga akan berkaitan dengan pemberian modal ini. Apabila UMKM yang sudah kami beri bantuan itu dan bisa berkembang, maka tahun depannya kami kembali memberikan modal tersebut kepada pelaku usaha lainnya,” ungkapnya.

Dengan pemberian modal tersebut, pemdes sangat berharap agar masyarakatnya bisa mandiri. Terutama secara perekonomian atau pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Sebab, kata dia, hal itu sejalan dengan misi dan visi pemdes. Yakni ingin menyejahterakan masyarakatnya.

”Meski kami memberi modal Rp 200 ribu satu tahun sekali. Akan tetapi apabila dimanfaatkan dengan baik maka akan bisa menjadikan perekonomian mapan bagi penerimanya. Sebab modal itu dibuat untuk memajukan usaha kecil masyarakat tersebut,” imbuhnya. (Edy Sutriyono / Akrom Hazami)