2 Hari, Santri Bebas Gunakan Ponsel

Untuk meningkatkan komunikasi terhadap keluarga, pihak Ponpes Sabilurrosyad membebaskan pada santrinya untuk membawa ponsel atau telepon genggam. Namun, bukan berarti kebebasan tersebut diterapkan untuk setiap hari. Melainkan berlaku untuk dua hari selama sepekan. 

Komunikasi merupakan hal penting bagi setiap orang. Maka dari itu ponpes ini mempunyai tenggang rasa yang intens terhadap santrinya. ”Kamis kami bebaskan untuk menggunakan ponsel bagi santri putra, dan Jumat untuk santri putri,” kata Abdul Karim, Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus. 

Biasanya untuk ponsel para santri tersebut, dititipkan pada pengurus ponpes yang sudah diberikan tanggungjawab oleh ustadz. Supaya barang tersebut bisa dijaga serta diawasi penggunaannya.

”Bukan berarti kami membebaskan peraturan, sebab mayoritas santri ada yang berasal dari luar Jawa. Misalnya Kalimantan, yang santri tersebut tidak bisa pulang sekalipun saat libur. Sehingga waktu bebas menggunakan ponsel, bisa sebagai pelepas rindu dengan keluarganya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meski ada hari pembebasan dalam menggunakan ponsel, pihak ponpes memperbolehkan untuk berkomunikasi hanya dengan keluarga. Baik dengan cara menelepon atau sms (pesan singkat). Para santri pun harus menggunakannya di area pondok, dan masih dalam pengawasan. Hal itu diterapkan, untuk melindungi santri dari hal-hal negatif dampak teknologi gadget.

”Kami selaku pengasuh, memang menginginkan santri bisa mengenyam pendidikan dengan nyaman. Yaitu salah satunya ada penyegaran yang disuguhkan oleh pihak ponpes. Yaitu dengan dibebaskan membawa ponsel pada hari tertentu,” paparnya.

Setelah sepekan menghafal Alquran, tentunya santri juga membutuhkan hiburan. Sehinga hiburan sederhana yang diberikan pondok salah satunya adalah menggunakan ponsel. Berbagai cara dan trick diupayakan pihak ponpes. Karena sebagai penunjang menciptakan pendidikan yang baik di pondok. Agar santri merasa nyaman dalam menempuh pendidikan.

”Ponpes tidak memforsir santrinya dalam menempuh pendidikan. Meskipun hafalan merupakan sebuah kewajiban yang diterapkan ponpes. Namun dalam kwajiban tersebut juga ada hak santri yang harus dipenuhi. Yaitu salah satunya dengan membuat jadwal membebaskan menggunakan ponsel dan berkomunikasi dengan keluarganya,” imbuhnya. (Edy Sutriyono/ Titis Ayu)