Ketua Komisi C DPRD Kudus: Kami Ingin Dewan Paham Wilayahnya

KUDUS – Tujuan lain dari sidak serentak yang dilaksanakan anggota DPRD Kudus kemarin, adalah untuk mengetahui persoalan di masing-masing daerah pemilihan (dapil) para anggota. 

 

Ketua Komisi C Agus Imakuddin yang juga berasal dari Dapil Jati dan Kota mengatakan, sidak ini dilakukan dengan tujuan lebih dekat dengan masyarakat. ”Akan menjadi hal yang ironis, jika sudah menjadi anggota dewan, namun tidak menguasai wilayahnya. Maka dari itu, kami menggunakan sistem semacam ini, untuk mendekatkan anggota dengan wilayah agar paham lokasinya,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Udin tersebut, misalnya saja terkait dengan kinerja PNS yang dinilai masih harus diperbaiki. Sidak bertujuan untuk mengingatkan PNS, agar bisa bersiap dengan peraturan yang lebih ketat. Sebab mulai 2015 mendatang, PNS akan dilakukan absensi dengan menggunakan elektronik presensi atau e-presensi. 

”Dengan demikian, maka kinerja PNS dapat dimaksimalkan dan terpantau oleh masyarakat. Hal itu pula merupakan hasil dari studi banding yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu. Sehingga jika PNS masih saja tidak disiplin, maka itu berarti mereka akan rugi nantinya,” paparnya.

Terkait dengan sidak pada proyek publik, menurut Udin, juga dilakukan agar bisa melihat langsung proyek-proyek yang memang diperuntukkan bagi masyarakat. Misalnya saja pada peninjauan polder Tanggulangin, yang dimaksudkan untuk bisa mengendalikan banjir jika musim penghujan datang seperti sekarang.

”Sarana publik yang memang butuh perbaikan, tentunya akan menjadi prioritas untuk dianggarkan dalam APBD mendatang. Selain polder Tanggulangin itu, kami juga sudah menyiapkan dana Rp 6 miliar untuk pembangunan jembatan Tambaklulang. Karena kebutuhan masyarakat sudah sedemikian tinggi terhadap jembatan ini,” jelasnya.

Karena itulah, dengan adanya sidak ini, menurut Udin, apa yang menjadi persoalan masyarakat, bisa kemudian diketahui. Sehingga anggota dewan, bisa kemudian memprioritaskan pembangunan apa yang kemudian sangat dibutuhkan masyarakat. ”Dan semua fasilitas publik tersebut, bisa termanfaatkan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (Faisol Hadi / Merie)