APBD Rp 1, 7 Triliun Belum Sejahterakan Rakyat

GROBOGAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Grobogan menyoroti kinerja satuan kerja perangkat daerah (SPKD) selama satu tahun terakhir. APBD Perubahan Kabupaten Grobogan tahun 2014 Rp 1,7 triliun, belum mampu mensejahterakan masyarakat serta pembangunan infrastruktur daerah.

Ketua Umum PC PMII Kabupaten Grobogan Maimun Rosyid menyebutkan, salah satunya  pembangunan alun-alun yang direncanakan selesai pada Oktober tahun 2014, hingga kini belum selesai. Sehingga anggaran Rp 2,5 miliar yang rencananya digunakan untuk membangun sisi utara alun-alun baru digunakan Rp 50 juta untuk rapat koordinasi dan pembuatan DED yang telah beberapa kali mengalai perubahan.

Kondisi serupa juga terjadi pada proyek Hutan Kota Purwodadi yang menelan dana sebesar Rp 1,4 miliar. Hutan kota yang berada di Jalan Gajah Mada tak terawat dan terbengkalai. Keberadaan hutan kota sebagai kawasan wisata kuliner pada kenyataanya tidak memberi keuntungan dan pemasukan bagi pedagang kaki lima(PKL). 

”Sebanyak 27 kios PKL di kawasan hutan kota, 22 di antaranya telah tutup atau gulung tikar, karena sepi pengunjung. Hutan kota yang dibangun oleh Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan pada 7 Februari 2014 terbengkalai, karena kurangnya koordinasi antarSKPD,” katanya, kemarin.

Menurut dia, fungsi DPRD erat kaitanya dengan pengawasan. Sehingga selama tahun 2014 dengan anggaran besar dinilai belum memberikan manfaat terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat.”Untuk itu, mulai tahun 2015 kami minta SKPD harus berbenah dalam sistem pelaksanaan. Terutama angaran berbasis kinerja harus mulai diterapkan,” pintanya. (Rubadi/Nurokhim/Sumarni)