Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Pabrik Terbakar, Kenia Rugi Setengah Miliar



Reporter:    /  @ 02:41:35  /  31 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Kebakaran hebat melanda pabrik produksi jenang Kenia, yang ada di RT 1, RW 3, Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kamis (29/10) sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya, perusahaan tersebut harus menderita kerugian sebesar setengah miliar.

Kebakaran itu kali pertama diketahui warga bernama Mustakim, 60, yang rumahnya tidak jauh dari pabrik. Bersama dengan Saifudin, 50, tetangganya, mereka melihat ada api yang menyala dari pabrik yang sedang tutup tersebut. Segera saja, keduanya melaporkan hal itu ke pemilik pabrik, H Ma’ruf, 52, yang rumahnya juga tidak jauh dari pabrik.

Beberapa mobil unit pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian, kesulitan menjangkau lokasi utama. Pasalnya, lokasinya berada di tengah-tengah perumahan padat penduduk. Kendaraan pemadam kebakaran juga tidak masuk, karena gang menuju ke lokasi juga sempit. Api baru bisa dipadamkan beberapa jam kemudian, setelah menghanguskan isi rumah.

Kesedihan masih terlihat jelas di wajah Ma’ruf dan istrinya, Umi, yang ditemui kemarin di kediamannya. Dia mengatakan, kebakaran itu memang membuat pihaknya shock. Pasalnya, hampir semua material produksi dan hasil produksi jenang yang sudah jadi, hangus terbakar. ”Mesin-mesin rusak semua. Barang yang sudah siap kirim juga terbakar,” katanya.

Yang terbakar dari peristiwa itu, selain rumah, juga bahan baku, barang sudah jadi yang siap dikirim ke Bali, Jawa Timur, dan beberapa daerah lainnya. ”Semuanya padahal sudah siap kita kirimkan. Tapi akibat kejadian ini, semuanya menjadi sia-sia. Sudah terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan,” jelasnya kemudian.

Saat kejadian, diketahui pabrik dalam kondisi tutup. Apalagi tidak ada penjaga yang standby di sana, sehingga tidak bisa dengan cepat diketahui kejadiannya. Upaya pemadam kebakaran juga terganggu dengan lokasi kejadian yang harus melalui gang sempit. 

Ma’ruf mengakui bahwa saat ini, order jenang yang didapatnya sedang banyak. Setelah sebelumnya sepi order, bulan-bulan ini adalah bulan yang banyak order. Sehingga kebakaran ini cukup memukul pihaknya, yang kemudian harus memulai lagi dari awal. ”Soalnya dari lima mesin yang ada, kemungkinan yang bisa dioperasikan lagi hanya satu atau dua. Tiga mesin lainnya sudah rusak total. Namun, kami tidak menyerah. Setelah membersihkan sisa-sisa kebakaran bersama kurang lebih 200 karyawan, kami akan berupaya untuk bangkit lagi,” tegasnya.

Sementara Kapolsek Kota AKP Muhaimin mengatakan, hingga kemarin pihaknya masih memeriksa saksi-saksi yang menyaksikan kejadian tersebut. Namun hingga kemarin, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. ”Kami hanya memperkirakan kalau api berasal dari tungku arang pembakaran untuk produksi jenang yang belum dipadamkan. Hanya saja, kami masih harus menyelidikinya lebih intensif, ya,” imbuhnya. (Merie) 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →