Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Satpol Jepara Jaring 7 Siswa yang Bolos



Reporter:    /  @ 02:39:54  /  31 Oktober 2014

    Print       Email

Sejumlah siswa yang terjaring razia, dikumpulkan di kantor Satpol PP Jepara, kemarin. Mereka diminta membuat surat pernyataan tidak membolos saat jam pelajaran. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara merazia tujuh pelajar, yang kedapatan berada di luar sekolah saat jam pelajaran, Kamis (30/10). Mereka terjaring di sejumlah tempat keramaian di Kota Ukir itu, di antaranya di warung makan yang ada di Jalan Jepara-Semarang dan Kecacamatan Tahunan.

Kasi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jepara Anwar Sadad mengatakan razia tersebut digelar, karena laporan dari masyarakat banyak pelajar yang suka bolos sekolah. Warga juga mengeluhkan keberadaan pelajar itu, karena kerap nongkrong di pinggir jalan dan di warung-warung makan.

”Ketujuh siswa itu terdiri dari jenjang SMP dan SMA. Mereka terjaring di salah satu warung makan di daerah Senenan saat bolos pada jam pelajaran sekolah,” kata Anwar.

Menurutnya, sebenarnya banyak pelajar yang berada di lokasi tersebut. Namun, mengetahui kedatangan petugas, pelajar tersebut langsung kabur masuk ke sejumlah kampung yang ada di daerah itu. ”Yang tertangkap, langsung kami bawa ke kantor untuk didata,” imbuh Anwar.

Dia menjelaskan, pelajar yang terjaring razia kemudian diberikan pembinan di kantor Satpol PP. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan, dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya. Yakni, tidak membolos di saat jam pelajaran sekolah berlangsung.

”Sebagai hukumannya, kami minta mereka olahraga dan baris berbaris di halaman kantor. Termasuk, menghafalkan teks Pancasila,” terang Anwar.

Setelah menghubungi pihak sekolah, lanjutnya, ketujuh pelajar yang terjaring itu dijemput para guru sekolahnya. Pihaknya meminta kepada para guru, untuk aktif memberi pembinaan kepada siswa didiknya. 

Sementara itu, salah satu siswa yang terjaring razia, DM mengaku, ia nekad membolos karena belum sarapan dari rumah. Sehingga, dia bersama teman-temannya jajan di warung. ”Saya cuma sarapan di warung, tapi saat mau masuk sudah telat,” kilahnya. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →