Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Pedagang Pasar Ngabul Lama Diintimidasi



Reporter:    /  @ 02:37:24  /  31 Oktober 2014

    Print       Email

Para pedagang di Pasar Ngabul Lama ketika menggelar aksi demo menolak di relokasi ke pasar yang lama. Akibat pedagang yang mokong tidak mau dipindah, muncul intimidasi yang dilakukan sekelompok orang. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Para pedagang di Pasar Ngabul Lama mengaku diintimadi, oleh pihak-pihak yang menginginkan agar mereka segera pindah. Intimidasi itu dirasakan, ketika para pedagang menyerukan untuk tetap bertahan di pasar lama.

Salah satu pedagang di Pasar Ngabul Lama, Rozak (30) mengatakan, dirinya sudah beberapa kali didatangi beberapa orang untuk segera pindah. Ia juga diminta, untuk tidak

ngotot mempertahankan Pasar Ngabul Lama. Bahkan, intimidasi tidak hanya dialamatkan kepada dirinya, tetapi juga keluarganya.

”Teman-teman dari sepakat untuk tidak pindah. Jika keputusan pekab tidak memihak pedagang kecil, maka kami akan terus melawan. Tapi, tentunya dengan cara yang santun dan benar,” kata Rozak, Kamis (30/10).

Pedagang yang lain, lanjut Rozak juga mendapat perlakukan yang sama. Hampir setiap hari, selalu ada sekelompok orang yang datang melakukan penekanan kepada pedagang yang membandel.

Sementara itu, aktivis dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Lukman Hakim menyatakan, pihaknya tidak akan mundur untuk mendampingi para pedagang Pasar Ngabul Lama. ”Kami tetap fokus untuk mendampingi para pedagang, yang tetap berjualan di pasar lama,” ujarnya.

Terkait dengan adanya upaya intimidasi, lanjut Lukma, ia juga mengaku didatangi sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Masyarakan Peduli Desa Ngabul. Kelompok tersebut meminta Lakpesdam NU, agar tidak mencampuri urusan Pasar Ngabul Lama. Kalau masih tetap melakukan pendampingan, mereka akan melakukan ancaman yang lebih serius.

”Kami akui, ada sekelompok orang yang memanfaatkan situasi ini menjadi keruh. Salah satunya lewat intimidasi. Kami juga kena getahnya, ada kelompok yang menekan kami untuk tidak turut campur,” terang Lukman.

Diketahui, Pemkab Jepara sebelumnya telah memberi batas waktu kepada para pedagang Pasar Ngabul Lama untuk pindah ke lokasi yang baru. Namun, batas waktu yang diberikan itu, tidak ditaati para pedagang dan tetap nekat berjualan di lokasi lama.

Ketua Paguyuban Pegadang Pasar Ngabul Lama Sugiarto menjelaskan, pedagang ada sekitar 177 orang. Dari jumlah itu, hanya tiga orang yang sepakat untuk direlokasi. 

”Sempat beredar surat dari Satpol PP Jepara, terkait dengan penertiban pedagang yang ada di bahu jalan. Kita sepakat dan membantu penertiban itu. Akan tetapi, justru beredar kabar akan ada relokasi bagi pedagang seluruhnya,” terang Sugiarto. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →