Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Moratorium PNS Perlu Dikalkulasi



Reporter:    /  @ 02:10:00  /  31 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Mulai tahun 2015 mendatang, pemerintah akan kembali memberlakukan moratorium (penghentian sementara) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), selama lima tahun. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta, sebelum moratorium diberlakukan harus dilakukan kajian dan kalkukasi yang tepat.

”Moratorium tidak harus cepat-cepat dilakukan. Karena ketika kita bicara moratorium, kemudian belum dilakukan kalkulasi, bisa terjadi kekurangan (jumlah PNS). Contohnya adalah guru yang sekarang kurang banyak,” katanya dikutip Antara, Kamis (30/10).

Menurut Ganjar, penerapan teknologi informasi juga diperlukan, jika pemerintah mau melakukan moratorium PNS. Hal ini diperlukan guna efisiensi terkait dengan kondisi existing yang ada sekarang.

”Harapan saya bisa diinstal ke dalamnya, suatu teknologi informasi. Sehingga daya suatu pekerjaan tidak akan berkurang, dan kalau itu bisa dilakukan ya bagus karena lebih efisien,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Seperti diwartakan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan, pemerintah akan mengkaji jumlah PNS yang efektif untuk mendukung kinerja instansi pusat serta daerah. Pengkajian tersebut untuk mengetahui jumlah kebutuhan yang tepat di instansi pusat dan daerah, sehingga tidak terjadi ledakan jumlah pegawai.

”Ada hal yang sedang kami kaji sesuai dengan instruksi Wapres Jusuf Kalla. Yakni dilakukan moratorium PNS selama lima tahun ke depan. Kami sedang mengkaji berapa sebenarnya rasio yang tepat untuk jumlah birokrat (PNS) dibandingkan dengan jumlah penduduk,” paparnya.

Moratorium itu menurut dia, merupakan bentuk evaluasi untuk melihat kondisi sesungguhnya mengenai jumlah PNS di Tanah Air. Dengan mengetahui perbandingan antara aparatur negara dan jumlah penduduk, maka program penerimaan calon PNS akan tepat guna dan sasaran.

”Kalau dengan 250 juta jumlah penduduk, itu seharusnya berapa jumlah PNS-nya. Mudah-mudahan dalam tempo singkat, kami bisa menghitung apakah jumlah PNS saat ini berlebihan atau masih kurang,” tukasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →