Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Melatih Kemampuan di Turnamen Lokal



Reporter:    /  @ 02:03:24  /  31 Oktober 2014

    Print       Email

Dian Kristanto, salah seorang penyerang Persikaba sekarang juga ikut berlaga di kompetisi tarkam. Tercatat sekitar 13 orang pemain Persikaba bermain di tarkam yang diselenggarakan di Blora, Cepu, Solo, Sukoharjo dan lainnya. (KORAN MURIA )

BLORA  – Sejumlah pemain Persikaba mengasah kemampuannya melalui pertandingan antarkampung atau biasa disebut tarkam. Hal itu dilakukan setelah Laskar Arya Penangsang, julukan Persikaba, terhenti di final Liga Nusantara Jateng 2014 usai dikalahkan Persekap Pekalongan.

Ketua Umum Persikaba Agung Waskito mengatakan, para pemainnya kini banyak yang bermain di pertandingan tarkam. Kegiatan itu menjadi aktivitas pemain. Mengingat kini, Persikaba masih libur. ”Sementara ini anak Persikaba dibiarkan tarkam dulu,” kata Agung, kemarin.

Dia mencatat, setidaknya ada 13 orang pemain yang bermain di tarkam. Tak tanggung-tanggung, mereka bermain tarkam di sejumlah kota. Mulai di Blora, Cepu, Sukoharjo,  Solo dan daerah lainnya.

Mereka adalah para pemain muda yang tetap dipertahankan di Persikaba. “Dipertahankan karena mereka pemain muda lokal yang bagus. Mereka asli Blora,” ucapnya. Mempertahankan pemain lokal merupakan wujud di antara hal yang dievaluasi manajemen.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Setelah melakukan evaluasi, manajemen ternyata melihat kemampuan pemain luar kota tak sesuai harapan. Beberapa di antaranya bahkan setara dengan pemain lokal Blora. Wajar saja, jika musim depan, Persikaba akan menyeleksi lebih ketat pemain luar kota yang akan bergabung.

”Banyak permintaan dari luar manajemen untuk mengevaluasi pemain luar kota. Jika kemampuan mereka setara ataupun di bawah pemain Persikaba, tak menutup kemungkinan mereka akan dicoret. Sementara musim depan kami akan melakukan seleksi lebih ketat,” kata Manajer Teknik Persikaba Agus Puryanto

Secara kemampuan, Persikaba tidak kalah dengan klub lain. Karenanya, anak asuhnya tinggal butuh kembali dipoles dengan bagus. Sehingga tahun depan, Persikaba bisa kembali bermain lebih baik dari tahun ini.

Menurutnya, kemampuan bagus Persikba tampak dari lolosnya mereka ke final. Sebenarnya, mereka tidak menargetkan diri lolos ke final. Maka Persikaba tidak begitu sedih atas gagalnya juara Liga Nusantara Jateng. ”Target kami sebenarnya tahun ini hanya sebatas bisa lolos ke semifinal. Tapi ini sampai final. Meski gagal juara tapi tetap itu prestasi bagus bagi kami,” kata Agus.

Persikaba tidak menyangka jika mereka bisa melangkah sejauh itu. Tapi dia tetap percaya bahwa hasil yang diraih bukanlah hasil yang mudah diraih. Perjuangan pemain, pelatih, dan manajemen tentu yang memengaruhi Persikaba bisa meraih hasil bagus tersebut.

Setidaknya, prestasi ini juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Blora. Bahwa Persikaba memang berpotensi menjadi klub bagus. Apalagi kalau pemerintah lebih memberikan kepedulian terhadap Persikaba. Misalnya seperti  anggaran pembinaan pemain yang lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.

”Potensi kami untuk berkembang sangat ada. Hasil sekarang adalah bukti bahwa kami memang bisa. Ke depannya kami akan berjuang lebih keras,” tuturnya. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →