Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Forum Relawan Tak ”Terima” dengan Kondisi BPBD



Reporter:    /  @ 02:57:44  /  30 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Situasi tidak kondusif yang terjadi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus sekarang ini, menyulut perasaan atau emosi dari para relawan yang selama ini bekerjasama dengan lembaga tersebut. Mereka tidak rela BPBD menjadi ajang saling serang satu sama lain.

Para relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Kudus mengatakan, seharusnya kasus-kasus yang terjadi di BPBD, tidak perlu terjadi. Apalagi kemudian kasus-kasus tersebut, kental sekali dengan unsur politis, yang akhirnya malah menjerumuskan orang-orang tidak bersalah ke dalam penjara.

”Kami dari Forum Relawan melihat bahwa BPBD itu sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah sangat bersungguh-sungguh menjadikan BPBD sebagai lembaga yang baik. Sayangnya, justru harus berakhir seperti itu,” jelas Ketua Forum Relawan Kudus Fathul Faruq, kemarin (29/10).

Forum Relawan, menurut Faruq, terdiri dari 15 lembaga sukarelawan yang selama ini aktif bergerak di bidang kemanusiaan atau penanggulangan bencana. Sebut saja Kudus Rescue, SAR Kudus, Vertical Rescue, Ubaloka, KPBANU, MDMC, Padma, KSR PMI Markas, Arga Dahana Mapala UMK, Mahupa, Palwa, Menawa STAIN, Menwa UMK, Tagana, dan Tim Rescue Djarum.

Salah satu kasus yang membuat prihatin dari Forum Relawan adalah ketika kasus pengadaan logistik di BPBD tahun 2012, yang sekarang ini sudah menempatkan lima orang menjadi tersangka. Kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus itu, memang mendapat perhatian lebih dari Forum Relawan Kudus, karena mereka menganggap orang-orang yang kemudian tersangkut di dalamnya, banyak yang tidak bersalah.

Selama 2012, memang tidak ada kejadian bencana yang terjadi di Kudus. Namun, pada 2013, saat terjadi siaga darurat bencana di Kudus, relawan di organisasi masing-masing, mendapatkan pasokan logistik dari BPBD. 

”Waktu itu terjadi banjir di Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, yang memaksa warganya untuk mengungsi. Tepatnya pada April 2013 lalu. Kami secara rutin mendapatkan bantuan logistik dari BPBD. Pasokannya ada mi, air mineral, dan lauk pauk. Semua dipenuhi melalui organisasi masing-masing relawan,” terangnya.

Faruq mengatakan, bahkan kiriman logistik tersebut, sudah dilakukan sejak Januari-April 2013. Tujuannya memang untuk siaga darurat bencana, sehingga semua pihak bisa bersiap-siap jika kemudian terjadi bencana. ”Dan memang benar jika kemudian ada bencana tersebut,” katanya.

Namun, Faruq tidak mengetahui apakah kemudian logistik bencana yang dikirimkan ke relawan itu ada kaitannya dengan dana bencana yang dipermasalahkan Kejari Kudus. Hanya saja, pihaknya berbaik sangka bahwa selama ini BPBD sudah mempersiapkan seluruh kebutuhan yang ada, untuk penanganan bencana.

”Kita memang tidak mengetahui pasti kaitan antara pengadaan logistik bencana tahun 2012 itu, dengan pengiriman logistik yang diberikan kepada kami sepanjang awal 2013 lalu. Namun kami melihat bahwa BPBD sudah sedemikian baik mempersiapkan segalanya. Sehingga kita juga bisa bekerja dengan baik di lapangan,” paparnya.

Faruq mengatakan, Forum Relawan Kudus tidak ingin berpolemik dengan masalah hukum yang menjerat beberapa orang menjadi tersangka. Namun, mereka prihatin dengan situasi yang terjadi di BPBD, yang diyakini akan membuat kinerja lembaga itu menjadi menurun. ”Kami berharap Kejaksaan benar-benar bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah dalam kasus ini. Jangan sampai yang tidak bersalah kemudian menjadi korban,” tegasnya.

Apalagi, saat ini menjelang bulan-bulan musim penghujan tiba. Meski tidak berharap ada bencana yang terjadi, namun pihaknya berharap BPBD sudah mempersiapkan diri menghadapi hal itu. ”Kami tetap akan membantu BPBD sampai kapanpun. Kami siap untuk terjun ke lapangan sebagaimana biasanya. Namun, kami juga butuh lembaga BPBD yang solid, sehingga kinerja akan semakin baik,” katanya.

Jika kemudian ada pihak lain yang mencoba memperkeruh suasana internal BPBD, Faruq menambahkan jika hal itu adalah sebuah hal yang tidak sepatutnya dilakukan. ”Harusnya, mereka yang ada di internal BPBD, bisa bekerja sama. Jika peduli dengan BPBD, mari sama-sama kita kembalikan kepada tugas pokok dan fungsinya. Termasuk juga para relawan, tetap bersatu untuk turut menjaga BPBD,” imbuhnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →