Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

70 % Lahan KAI Daop IV Semarang Tak Terurus



Reporter:    /  @ 02:03:46  /  30 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah operasi Indonesia (Daop) IV Semarang menyebutkan, baru 20-30 persen dari total asetnya yang sudah ditertibkan, dan bisa termanfaatkan maksimal. Sehingga masih ada sekitar 70 persen lebih aset yang belum terurus.

”Total kami punya 19 juta meter persegi. Dari total itu, yang bisa dimanfaatkan baru 20 persen, maksimal paling 30 persen,” kata Kepala PT KAI Daops IV Semarang Wawan Ariyanto, dikutip Antara, Rabu (29/10).

Sementara 70-80 persen aset-aset PT KAI yang lainnya, masih dimanfaatkan penghuni liar. Kebanyakan mereka merasa sudah menghuni lahan itu puluhan tahun, dan tak mau ditertibkan.

”Dari aset PT KAI sebanyak itu, sebagian besar ada di Kota Semarang. Aset kami memang banyak yang menempati lokasi-lokasi strategis, seperti di kawasan Stasiun Tawang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, aset lahan PT KAI di kawasan Stasiun Tawang kurang lebih seluas 30 hektare. Aset itu menghampar hingga kawasan Ronggowarsito, dan masih banyak yang belum termanfaatkan secara maksimal.

”Penyebabnya macam-macam. Kalau di daerah Tawang, yang di depan Stasiun Tawang ditempati rumah-rumah penduduk. Kemudian di daerah Ronggowarsito sudah jadi rawa-rawa,” paparnya.

Selain aset yang ditempati penghuni liar, Wawan mengatakan aset PT KAI berupa rumah dinas juga masih banyak yang belum ditertibkan. Padahal semestinya peruntukannya bagi para pegawai yang masih aktif.

”Total aset rumah dinas kami ada 764 unit. Itu yang ditempati orang-orang dinas hanya 20-30 persennya. Yang lainnya masih ditempati pensiunan, dan segala macam,” terangnya.

KAI menggandeng Kejari Semarang untuk pelayanan bantuan hukum, terkait aset-asetnya dari sengketa. Apalagi menurut dia, pemasalahan yang berkaitan dalam pengelolaan aset tidak ada habisnya.

Jangan sampai, kata dia, aset-aset PT KAI yang disewakan ternyata biaya sewanya tidak sesuai aturan. Apalagi sampai ada aset yang diserobot orang, sehingga perlu dilakukan penataan aset secara bertahap. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →