Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Panahan Kudus Kantongi Perunggu di Kejurnas



Reporter:    /  @ 01:07:31  /  30 Oktober 2014

    Print       Email

Atlet panahan Kudus Aqidatul Izzah berhasil meraih medali perunggu di Kejurnas Junior, 25-29 Oktober 2014 di Kebumen. (KOMA / Akrom Hazami)

KUDUS – Pengkab Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kudus benar-benar puas dengan raihan prestasi anak didik. Sebab, para atletnya berhasil mengantongi prestasi bergengsi. Khususnya, di Kejurnas Junior yang baru selesai digelar kemarin. Yaitu pada 25-29 Oktober 2014 di Kebumen.

Ketua Pengkab Perpani Kudus Hadi Sunaryo mengatakan, Perpani Kudus mampu memberikan kontribusi prestasi ke tim Jateng di kejurnas. Atlet beregu putri Aqidatul Izzah dan Triani Putri Pamungkas berhasil memboyong satu medali perunggu.

”Izah dan Triani dari beregu putri dapat perunggu di kejurnas. Ini pertandingan dan pemberian penghargaan baru saja usai,” kata Hadi dihubungi Koran Muria, kemarin (29/10).

Saat dihubungi, Hadi beserta atletnya mengaku masih berada di Kebumen. Secara keseluruhan, tim Jateng mendapatkan 3 emas, 2 perak, 3  perunggu. Kudus turut menyumbang salah satu medali perunggu. Selama pertandingan, dia puas dengan penampilan atletnya. 

Adapun lawan terberat, menurutnya, yakni atlet yang berasal dari DKI Jakarta dan Lampung. ”Di kelas yang kami ikuti yakni Ronde Nasional, kami bersaing dengan atlet Jakarta dan Lampung. Skor kami beda tipis,” tuturnya tanpa menyebutkan jumlah skor atlet Kudus.

Dengan meraihnya perunggu, berarti sama dengan target mereka sebelumnya. Sedangkan di Kejurda Pelajar Jateng di Wonogiri, 19-22 Oktober, Kudus juga meraih prestasi. Yaitu dapat medali perunggu dari perorangan 50 meter yang diraih Aqidatul Izzah. Atlet beregu juga meraih perunggu yang ditorehkan Aqidatul, Triani Putri, dan Brilian Rita S.

Bagusnya raihan atletnya tidak lepas dari persiapan matang yang mereka lakukan. Di antara kesiapan yang dilakukan yakni dengan mengintensifkan latihan lebih kelas dibanding sebelumnya. Latihan yang semula tiga kali dalam sepekan. Kini bertambah menjadi lima hari dalam sepekan. Dengan waktu latihan juga mengalami tambahan. Biasanya, latihan dilakukan sore hari pukul 15.00. Sekarang, latihan dilakukan lebih awal yakni pukul 14.00.

Berkembangnya kemampuan atlet beriringan pula dengan peningkatan skor. Sebelumnya, atlet memperoleh skor 625. Digenjotnya latihan membuat skor atlet membaik yakni 700-720. Setidaknya, skor itu sudah mendekati dengan skor yang diharapkan pada kejuaran.

Untuk kejuaraan tingkat putri skor biasanya 725. Sedangkan skor putra yakni 800-820. Yang terpenting baginya sekarang adalah pengontrolan mental atlet. Perpani telah berupaya melakukan pelatihan mental seperti try out dan skor.  (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →