Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Baru 80% Buku Kurikulum 2013 yang Tersalurkan di Kabupaten Jepara



Reporter:    /  @ 02:37:51  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

Siswa SMP IT Amal Insani Jepara belajar melalui media internet, dengan ditemani gurunya. Karena buku ajar Kurikulum 2013 belum terdistribusi merata, siswa banyak menggunakan media internet dalam proses belajar mengajar.

JEPARA – Buku ajar semester I Kurikulum 2013 di Kabupaten Jepara, sudah tersalurkan 80 persen. Padahal, dalam dua bulan ke depan, siswa sudah memasuki semester II tahun ajaran 2014/2015. Buku Kurikulum 2013 itu, terdiri dari tingkatan sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA). 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara M. Zahid mengatakan, pendistribusian buku ajar untuk Kurikulum 2013 yang terlambat itu tidak bisa dihindari. Sebab, kewenangan melakukan pendistribusian buku Kurikulum 2013 itu sepenuhnya ditangani pusat. Sehingga, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. 

”Pengadaan buku ini dibiayai dari Bansos Jateng. Seharusnya, pendistribusian terakhir ke sekolah paling lambat dilakukan akhir bulan September lalu,” kata Zahid ketika ditemui Koran Muria, Selasa (28/10).

Dirinya berharap, pendistribusian buku ajar Kurikulum 2013 bisa segera rampung, agar tidak membuat sekolah kebingungan. Selain itu, untuk pengadaan buku ajar pada semester II, diharapkan tidak bernasib sama dengan semester sebelumnya.

”Seharusnya, ini sudah masuk masa tender proyek. Kami berharap tidak mengalami masalah, karena buku-buku tersebut nantinya akan dipakai pada semester II bulan Januari mendatang,” jelas Zahid.

Zahid menjelaskan, buku ajar Kurikulum 2013 untuk semester II, Jepara akan menerima kurang lebih 259.548 buku untuk siswa SD (kelas 1,2,4 dan 5) dan 21.178 buku untuk siswa SMP (kelas 1,2 dan 3). Pengadaan buku ini dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan. 

”Untuk buku SD, nilai dananya mencapai Rp 2,6 miliar, dan SMP nilainya mencapai Rp 2,1 miliar. Diluar itu, masih ada DAK untuk proyek fisik,” jelas Zahid.

Secara keseluruhan, lanjut Zahid, DAK pendidikan yang didapat Jepara untuk SD mencapai Rp 15 miliar. Dana tersebut selain digunakan untuk pengadaan buku, juga digunakan untuk rehab ruang kelas (140 proyek), ruang kelas baru (2 proyek), perpustakaan (7 proyek) dan rumah dinas (5 proyek). Sedangkan untuk SMP, secara keseluruhan dananya mencapai Rp 6,8 miliar. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →