Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Jokowi Didesak Revisi APBN



Reporter:    /  @ 02:19:47  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

Petugas melayani pengendara yang membeli premium di salah satu SPBU. Presiden Jokowi diminta menaikkan harga BBM bersubsidi mulai tahun depan. (ANTARA / Rudi Mulya)

KOTA SEMARANG – Pengamat Ekonomi dari Undip Semarang FX Sugianto menilai, pemerintahan Jokowi harus segera mengajukan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Hal ini untuk mengurangi beban negara terkait dana subsidi.

”Dana untuk subsidi yang masih terdapat pada APBN sebelumnya, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain,” katanya dikutip Antara, kemarin.

Saat ini anggaran subsidi mencapai Rp 433,51 triliun, angka tersebut dianggap terlalu besar. Apalagi khusus subsidi energi anggarannya mencapai Rp 363,53 triliun.

Menurutnya, untuk mengimbangi pengurangan subsidi tersebut, pemerintah harus melakukan penajaman kompensasi. Hal ini sebagai dampak dari kenaikan harga, dan melakukan peningkatan pada sektor infrastruktur.

”Untuk kompensasi ini mekanisme penyalurannya bisa melalui bantuan langsung tunai (BLT), tetapi harus tepat sasaran,” jelasnya.

Sugianto mengatakan, dalam hal ini bantuan tidak hanya diberikan kepada masyarakat miskin. Tetapi juga kepada pihak lain yang membutuhkan, salah satunya sektor usaha kecil. 

Pihaknya berharap kenaikan BBM bersubsidi dilakukan tahun depan, saat tingkat inflasi cukup rendah. Ia menyatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat inflasi berada pada level rendah saat Februari dan Maret. ”Sehingga idealnya kenaikan harga BBM dilakukan pada bulan Januari,” paparnya.

Menurutnya, kenaikan jangan dilakukan pada tahun ini. Karena waktunya kurang tepat, serta kabinet juga belum siap. Apalagi menurut Sugianti, sekarang sudah mendekati akhir tahun, sehingga akan ada perayaan Natal dan Tahun Baru. Sehingga konsumsi BBM akan meningkat.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi kinerja Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi-JK. ”Nanti kalau kerjaannya jelek, kita datang ke Pak Jokowi dan menyampaikan masukan agar diganti. Tapi sekarang kita kasih kesempatan untuk bekerja dulu,” ujarnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →