Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Rani Sabet Perunggu di Korea



Reporter:    /  @ 01:53:27  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

Atlet NPC Kudus Rani Puji Astuti berhasil meraih prestasi bagus di Asian Para Games di Incheon, Korea Selatan.

KUDUS – Rasa keoptimistisan Pengkab NPC Kudus terhadap perwakilan atletnya, Rani Puji Astuti terealisasi. Sebab, Rani berhasil berjaya di Incheon, Korea Selatan. Rani menjadi salah satu atlet angkat berat Indonesia asal Kudus yang berlaga di Asian Para Games (APG) 2014, 18-24 Oktober.

Rani menyabet medali perunggu. Dengan demikian, dia mampu menyumbang salah satu medali yang diraih Indonesia di Incheon. Sebagaimana dikutip situs Kemenpora.go.id, Indonesia meraih 38 medali yakni 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu.

Rani masuk dalam tim angkat berat NPC Indonesia yang terdiri atas enam orang atlet. Mereka adalah Rani Puji Astuti yang bakal bersaing di kelas 65 kg, Rahayu (67 kg), serta dua paralimpian yang bernama sama yakni Ni Nengah Widiasih di kelas 41 kg dan Ni Nengah Widiasih kelas 79 kg. Dua atlet lainnya akan beradu ketangguhan di kelompok putra, yakni Anto Boy (80 kg) dan Heru Paryono (97 kg).

”Saya senang karena berhasil meraih perunggu. Setidaknya saya mampu menyumbangkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Rani dihubungi Koran Muria, (28/10) kemarin.

Raihannya tersebut sesuai dengan apa yang ditargetkan pelatih. Dia harus mengakui keunggulan lawan dari Thailand yang berhasil meraih emas, serta Vietnam yang meraih perak. Dua negara itu merupakan lawan terberatnya. 

Lawan yang tidak boleh diremehkan adalah India yang berhasil meraih rangking 4, dan Irak meraih rangking 5 dan Korea Selatan rangking 6. ”Meski begitu, Indonesia tetap bisa meraih prestasi,” ucapnya bangga.

Ketua Pengkab NPC Kudus Sugiarto juga menyatakan kebanggaannya. Sebab, prestasi bagus Rani mampu mengharumkan nama Indonesia, dan khususnya nama Kabupaten Kudus. ”Kami sudah cukup puas. Karena dia (Rani,red) dapat medali. membawa nama harum NPC Kudus,” ugkapnya. 

Sebelumnya, Rani bersama anggota tim mengikuti Pelatnas selama sekitar tiga bulan di Solo. Menjadi bekal terakhirnya. Lebih-lebih sebelumnya dia telah menjalani latihan rutin, sejak persiapan menghadapi kejuaraan angkat berat difabel. Pengkab NPC Kudus merasa bangga. 

Rani berangkat ke Incheon pada 14 Oktober bersama 14 orang atlet lain yang berasal dari Jawa Tengah. Dia berharap, Rani yang juga warga Jekulo, bisa meraih medali seperti di kompetisi SEA GAMES di Myanmar 2013 lalu. 

Menurutnya, Rani meraih medali perak saat di SEA GAMES. Dia menuturkan, keikutsertaan Rani di Korsel tidak lepas dari prestasinya di SEA GAMES Myanmar. Seingatnya, Rani mulai dipanggil Pelatnas pada Juli 2014. Kemudian, Rani mulai melakukan latihan rutin. 

Rani biasanya melakukan latihan ringan di Kudus. Sedangkan untuk latihan berat, dia melakukannya di Solo. Lantaran di Kudus belum memiliki fasilitas yang memadai. 

Keikutsertaan Rani menjadi pemacu NPC Kudus untuk terus menghasilkan atlet bagus. Selain juga, menjadikan pemerintah daerah setempat untuk lebih memerhatikan atlet NPC. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →