Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Defisit Anggaran APBDP Kabupaten Kudus Rp 184,86 M



Reporter:    /  @ 01:48:38  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014 akhirnya disahkan kemarin (28/10). Terdapat defisit yang kemudian ditutup dengan pembiayaan netto.

Ketua DPRD Kudus Mas’an mengatakan, pada APBDP tahun ini, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 184,86 miliar. ”Namun, defisit tersebut sudah tertutup dari pembiayaan netto,” jelasnya dalam Rapat Paripurna Penetapan APBD Perubahan 2014, di ruang rapat paripurna DPRD Kudus, kemarin (28/10).

Yang dimaksud pembiayaan netto di sini adalah selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan. Jika terjadi defisit, maka jumlah pembiayaan netto harus dapat menutup defisit anggaran yang ada.

Pada APBD Perubahan, penerimaan pembiayaan adalah sejumlah Rp 325,86 miliar. Sedangkan pengeluaraan pembiayaan adalah Rp 62,61 miliar. Sehingga terdapat pembiayaan netto yang berjumlah Rp 263,24 miliar. Setelah digunakan untuk menutup defisit anggaran yang ada, maka sisa lebih pembiayaan anggaran tahun ini adalah Rp 78,38 miliar.

Mas’an, seusai rapat paripurna, mengatakan bahwa saat ini yang harus segera dilakukan adalah menyelesaikan seluruh program atau kegiatan yang sudah ditetapkan. ”Supaya bisa segera selesai, sehingga masyarakat juga bisa segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Pembangunan proyek fisik, menurut Mas’an, juga harus segera diselesaikan. Itu sebabnya, pihaknya tidak menganggarkan kegiatan fisik kembali dalam APBDP kali ini. ”Karena memang waktunya mepet. Yang kita kedepankan adalah yang prioritas sajalah. Kalau memang nanti ada kegiatan fisik baru, dianggarkan pada anggaran tahun depan,” paparnya.

Untuk pendapatan daerah pada APBDP tahun ini, adalah sebesar Rp 1,58 triliun. Terdiri dari pendapatan asli daerah Rp 206,560 miliar, dana perimbangan Rp 1,026 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 352,25 miliar.

Sedangkan untuk belanja daerah, mencapai angka Rp 1,77 triliun. Dari yang sebelumnya pada APBD murni adalah Rp 1,677 triliun. Terdiri dari belanja tidak langsung mencapai Rp 890,42 miliar, dan belanja langsung Rp 880,17 miliar.

Bupati Kudus H Musthofa yang menghadiri langsung rapat paripurna, mengatakan bahwa setelah APBDP ditetapkan, maka yang dilakukan selanjutnya adalah menyelesaikan seluruh kegiatan yang ada. ”Tidak usah menunggu lama lagi. Kerjakan semua kegiatan yang sudah dianggarkan dengan sebaik-baiknya. Biar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya. Itu saja yang harus dilaksanakan sekarang,” imbuhnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →