Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

BLH Jepara Belum Terima Laporan



Reporter:    /  @ 01:45:46  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

Warga Kelurahan Bapangan, Kecamatan Kota Jepara mengambil air dari sumur miliknya yang diduga tercemar BBM, kemarin. Sampai saat ini, warga belum melaporkan kasus tersebut ke BLH setempat. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jepara mengaku belum menerima laporan, terkait pencemaran beberapa sumur milik warga di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Kota Jepara. Air sumur milik warga itu, tercampur bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang diduga berasal dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Senenan. 

Kepala BLH Jepara Fathurrahman mengatakan meski belum ada laporan dari warga, pihaknya berencana akan melakukan pengecekan ke lokasi. Untuk tahap awal, tim BLH akan mengambil sampel air yang diduga tercemar BBM itu. 

”Kami memang belum menerima laporan dari warga soal hal itu. Ini juga tahunya dari media. tapi, kami berjanji akan mencoba menindaklanjutinya,” kata Fathurrahman, Selasa (28/10).

Menurutnya, tim dari BLH Jepara akan datang ke Kelurahan Bapangan pada rabu (29/10) hari ini. Tim akan memastikan adanya pencemaran, dengan melakukan tes di laboratorium. ”Karena kami belum punya laboratorium yang memadai, sampel akan kami kirim ke Semarang untuk diuji,” jelas Fathurrahman.

Ia menjelaskan, jika ada warga yang dirugikan akibat pencemaran, maka bisa mendatangi kantor BLH. Jika terbukti ada pencemaran lingkungan, BLH akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang ada. ”Jika memang perlu ganti rugi, nanti juga bisa

dinegosiasikan bersama,” imbuh Fathurrahman.

Diketahui, pencemaran air milik warga kembali terjadi. Kali ini menimpa sumber air di RT 02, RW 04 Kelurahan Bapangan, Kecamatan Jepara kota. Sedikitnya ada 10 sumur warga yang tercemar BBM jenis premium, yang diduga berasal dari SPBU Senenan, tak jauh dari tempat tinggal warga.

Salah satu warga setempat, Eko Wiyono mengatakan, tercemarnya sumur miliknya sudah terjadi sekitar sebulan yang lalu. Ketika air sumur akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berubah warna menjadi kuning keemasan. Tak hanya itu, air sumur warga juga tercium bau khas BBM.

”Air sumur di tempat saya ini memang BBM. Kalau yang lain, mungkin hanya berbau dengan sedikit bensin,” kata Eko, Senin (27/10).

Merasa air sumurnya tercemar, Eko dan beberapa warga kemudian melakukan tes terhadap sampel air sumur yang diambil. Air sumur yang diambil itu, kemudian disulut dengan korek api. Tak berselang lama, air tersebut langsung terbakar. ”Kalau air biasa, tidak mungkin terbakar. Ini jelas tercampur bensin, sehingga langsung mudah terbakar, ketika disulut api,” jelasnya. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →